Akurat

Ucapan Selamat Natal Merry Christmas dari Muslim ke Kristiani, Menjaga Akidah dalam Harmoni Beragama

Fajar Rizky Ramadhan | 25 Desember 2024, 06:00 WIB
Ucapan Selamat Natal Merry Christmas dari Muslim ke Kristiani, Menjaga Akidah dalam Harmoni Beragama

AKURAT.CO Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, interaksi antaragama menjadi bagian tak terhindarkan.

Salah satu momen penting dalam hubungan antaragama adalah perayaan Natal.

Bagi umat Kristiani, Natal merupakan hari raya yang sangat dinantikan sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus.

Sementara itu, bagi umat Islam, ada pertanyaan yang kerap muncul: apakah boleh seorang Muslim mengucapkan selamat Natal kepada saudara Kristiani?

Perspektif Islam dalam Mengucapkan Selamat Natal

Islam mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap umat beragama lain. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
(Surat Al-Mumtahanah: 8)

Ayat ini menjadi landasan penting dalam menjalin hubungan baik dengan umat beragama lain.

Selama tidak ada permusuhan, seorang Muslim diperbolehkan untuk menunjukkan sikap baik dan adil, termasuk dengan memberikan ucapan selamat pada momen-momen penting mereka.

Baca Juga: Isi Keseruan Libur Natal dan Tahun Baru, Carstensz Mall Hadirkan Wahana Pop Up Bermain Paw Patrol

Namun, yang menjadi inti dari diskusi ini adalah bagaimana seorang Muslim dapat mengucapkan selamat Natal tanpa merusak akidah Islamnya. Hal ini penting karena dalam Islam, menjaga kemurnian akidah adalah kewajiban utama.

Batasan dalam Ucapan Selamat

Islam melarang segala bentuk pengakuan atau persetujuan terhadap keyakinan yang bertentangan dengan tauhid.

Oleh karena itu, ucapan selamat Natal yang diberikan seorang Muslim harus dipahami sebagai bentuk penghormatan sosial, bukan pengakuan teologis terhadap kepercayaan agama lain.

Syaikh Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama kontemporer terkemuka, pernah menjelaskan bahwa mengucapkan selamat Natal kepada non-Muslim adalah bagian dari hubungan sosial yang baik, selama tidak mengandung pengakuan terhadap doktrin keagamaan mereka.

Ucapan seperti, “Semoga perayaan Anda diberkahi,” dianggap cukup netral dan tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Menjaga Akidah dengan Bijak

Penting untuk memahami bahwa toleransi tidak berarti kompromi terhadap prinsip agama. Dalam Surat Al-Kafirun, Allah dengan tegas menyatakan:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

(Surat Al-Kafirun: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan agama adalah sesuatu yang harus dihormati tanpa perlu mencampuradukkan keyakinan.

Oleh karena itu, seorang Muslim yang memberikan ucapan selamat Natal harus melakukannya dengan niat menjaga harmoni sosial, bukan mengadopsi keyakinan yang bertentangan dengan Islam.

Akhirnya, mengucapkan selamat Natal kepada saudara Kristiani bukanlah sesuatu yang otomatis merusak akidah seorang Muslim, selama ucapan tersebut disampaikan dalam konteks sosial, tanpa melibatkan pengakuan teologis terhadap keyakinan agama lain.

Baca Juga: 50 Ucapan Selamat Natal Versi Bahasa Inggris: Cocok Jadi Caption Instagram dan WhatsApp

Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dan kedamaian, sehingga menjaga hubungan baik dengan umat agama lain adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah.

Dengan demikian, seorang Muslim dapat mengucapkan selamat Natal dengan bijak dan tetap menjaga akidahnya.

Ucapan sederhana seperti, “Selamat merayakan hari besar Anda,” dapat menjadi jembatan harmoni antaragama tanpa melanggar prinsip-prinsip Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.