Akurat

Trending Ucapan Selamat Hari Ibu, Apakah Menghormati Ibu Hanya saat Hari Ibu? Ini Penjelasan Islam

Lufaefi | 23 Desember 2024, 08:30 WIB
Trending Ucapan Selamat Hari Ibu, Apakah Menghormati Ibu Hanya saat Hari Ibu? Ini Penjelasan Islam

AKURAT.CO Hari Ibu menjadi momen istimewa di banyak negara, termasuk di Indonesia. Media sosial dipenuhi ucapan penuh cinta, foto kebersamaan, hingga ungkapan terima kasih kepada sosok ibu.

Namun, sebagai umat Islam, pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah menghormati ibu hanya cukup dirayakan pada Hari Ibu saja?

Islam, agama yang sempurna, memberikan panduan yang jelas tentang kewajiban seorang anak kepada ibunya.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memerintahkan umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ibu. Salah satu ayat yang sangat terkenal adalah firman Allah dalam Surah Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu."

Ayat ini menggambarkan betapa besar perjuangan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan, dan membesarkan anaknya.

Islam tidak hanya menyebutkan penghormatan kepada ibu sebagai kewajiban, tetapi juga menempatkan ibu pada posisi yang istimewa.

Rasulullah SAW pun menegaskan hal ini dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Beliau bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أَبُوكَ

"Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Laki-laki itu bertanya lagi, 'Kemudian siapa?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Laki-laki itu bertanya lagi, 'Kemudian siapa?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Laki-laki itu kembali bertanya, 'Kemudian siapa?' Nabi menjawab, 'Ayahmu.'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Tradisi Memberi Ucapan Selamat Hari Ibu Pada Masa Rasulullah SAW, Sahabat dan Ulama Terdahulu

Hadis ini menunjukkan bahwa penghormatan kepada ibu harus didahulukan dibandingkan kepada ayah, bahkan disebutkan sebanyak tiga kali.

Hal ini tentu tidak berarti mengesampingkan peran ayah, tetapi lebih kepada pengakuan atas pengorbanan besar seorang ibu dalam hidup seorang anak.

Dalam Islam, penghormatan kepada ibu tidak terbatas pada waktu tertentu, seperti Hari Ibu, tetapi menjadi kewajiban seumur hidup.

Seorang anak diwajibkan untuk mendoakan orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Doa anak yang saleh disebutkan sebagai salah satu amal yang tidak terputus pahalanya, sebagaimana dalam hadis Nabi SAW:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Dengan memahami ayat dan hadis ini, jelas bahwa Islam mengajarkan penghormatan kepada ibu tidaklah dibatasi oleh momen seperti Hari Ibu. Namun, bukan berarti merayakan Hari Ibu itu terlarang.

Selama dilakukan dalam kerangka yang tidak bertentangan dengan syariat, seperti memperbanyak doa, memberikan hadiah yang halal, atau menunjukkan rasa cinta, hal itu dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga.

Baca Juga: Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi bagi Umat Islam

Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan setiap hari sebagai momen untuk menghormati dan membahagiakan ibu.

Ucapan selamat di Hari Ibu hanyalah simbol kecil dari rasa cinta yang seharusnya terus kita tunjukkan sepanjang waktu.

Sebab, penghormatan kepada ibu adalah kewajiban yang tidak mengenal batas waktu, sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.