Akurat

19 Desember Memperingati Hari Apa? Adakah Kaitannya dengan Hari Besar Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 19 Desember 2024, 09:00 WIB
19 Desember Memperingati Hari Apa? Adakah Kaitannya dengan Hari Besar Islam?

AKURAT.CO 19 Desember seringkali menjadi hari yang luput dari perhatian masyarakat umum, terutama jika dibandingkan dengan tanggal-tanggal lain yang bertepatan dengan peringatan hari besar nasional atau keagamaan.

Namun, pertanyaan yang menarik adalah, adakah signifikansi tertentu pada 19 Desember, khususnya dalam konteks agama Islam?

Sejarah Nasional: Hari Bela Negara

Di Indonesia, 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara. Peringatan ini bermula dari peristiwa sejarah penting pada tahun 1948, ketika pemerintah Indonesia mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara.

Langkah ini diambil sebagai respons atas agresi militer Belanda yang menduduki Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu. Keputusan mendirikan PDRI menjadi simbol semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Hari Bela Negara tidak secara langsung berkaitan dengan agama Islam, tetapi jika dilihat dari sudut pandang nilai, semangat bela negara memiliki relevansi dengan ajaran Islam, yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan, tanah air, dan keadilan.

Dalam Islam, konsep membela tanah air dikenal sebagai bagian dari jihad fi sabilillah, selama hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kemaslahatan umat.

Baca Juga: Kisah Pertama Kali Adanya Listrik di Masjid Nabawi Madinah, Jadi Saksi Transformasi Peradaban Islam

Konteks Kalender Islam

Dari sudut pandang Islam, tanggal 19 Desember tidak secara spesifik terhubung dengan peringatan hari besar Islam.

Kalender Islam menggunakan sistem lunar (qomariyah), berbeda dengan kalender Gregorian yang bersifat solar (syamsiyah).

Karena itu, tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, atau Tahun Baru Hijriyah tidak memiliki tanggal tetap dalam kalender Masehi.

Namun, untuk memastikan, kita perlu melihat konversi 19 Desember 2024 ke dalam kalender Hijriyah. Berdasarkan perhitungan, tanggal tersebut bertepatan dengan 7 Jumadil Akhir 1446 H.

Dalam tradisi Islam, bulan Jumadil Akhir tidak memiliki peringatan khusus, tetapi tetap menjadi momen refleksi bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah sehari-hari.

Nilai Islami dalam Konteks Sejarah 19 Desember

Meskipun 19 Desember bukan tanggal yang secara khusus dirayakan dalam Islam, nilai-nilai yang dapat diambil dari peristiwa sejarah Hari Bela Negara selaras dengan prinsip-prinsip keislaman.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan), keadilan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Perjuangan para tokoh PDRI menunjukkan bagaimana kolaborasi, keberanian, dan keikhlasan menjadi kunci mempertahankan kedaulatan negara.

Dalam Al-Qur’an, terdapat ayat yang sering dijadikan dasar untuk mencintai tanah air:

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11).

Baca Juga: Kalender Jawa Weton 18 Desember 2024 Rabu Wage Disebut Pintar Memberi Nasihat, Bolehkah Meyakini Hal Demikian dalam Islam?

Ayat ini mengajarkan bahwa perjuangan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan kemerdekaan adalah bagian dari tanggung jawab setiap individu.

Bela negara, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik, merupakan wujud pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara di Indonesia, yang memiliki akar sejarah penting bagi keberlangsungan bangsa.

Meskipun tanggal ini tidak terkait langsung dengan peringatan hari besar Islam, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya—seperti semangat perjuangan, keadilan, dan tanggung jawab—sangat sesuai dengan ajaran Islam.

Peringatan ini dapat menjadi momen bagi umat Muslim untuk merefleksikan pentingnya peran mereka dalam menjaga keutuhan negara sekaligus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.