Kisah Pertama Kali Adanya Listrik di Masjid Nabawi Madinah, Jadi Saksi Transformasi Peradaban Islam

AKURAT.CO Masjid Nabawi di Madinah, salah satu tempat paling suci dalam Islam, memiliki sejarah panjang yang penuh dengan perkembangan dan inovasi.
Di balik keindahannya yang memukau, masjid ini telah menjadi saksi transformasi peradaban umat Islam, termasuk momen penting saat listrik pertama kali dipasang di sana.
Peristiwa ini bukan hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga dedikasi umat Islam terhadap kenyamanan dan pelayanan jamaah.
Pada awal abad ke-20, dunia tengah mengalami revolusi industri yang membawa inovasi besar, termasuk penggunaan listrik.
Di wilayah Hijaz, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman, teknologi baru ini mulai diperkenalkan secara bertahap.
Pada masa itu, Sultan Abdul Hamid II, pemimpin Ottoman, terkenal dengan visinya dalam membawa modernisasi ke dunia Islam.
Salah satu proyek pentingnya adalah memasang penerangan listrik di tempat-tempat suci, termasuk Masjid Nabawi.
Baca Juga: Khutbah di Masjid Istiqlal, Imam Besar Masjid Nabawi: Islam di Indonesia Islam Cinta dan Moderat
Pemasangan listrik di Masjid Nabawi dimulai pada tahun 1908. Sebelum adanya listrik, masjid ini menggunakan lampu minyak untuk penerangannya.
Lampu-lampu ini, meskipun memberikan cahaya, sering kali tidak cukup terang dan memerlukan perawatan yang intensif.
Dengan adanya listrik, diharapkan kebutuhan penerangan yang lebih baik dapat terpenuhi, terutama untuk jamaah yang melakukan ibadah malam hari.
Proses instalasi listrik ini memerlukan persiapan yang teliti. Para insinyur Ottoman membawa peralatan dan teknologi dari Istanbul ke Madinah, melalui jalur kereta Hijaz yang baru selesai dibangun.
Kereta ini menjadi simbol modernisasi di wilayah Hijaz, menghubungkan kota-kota suci dengan dunia luar. Generator listrik khusus dipasang untuk menghasilkan daya yang cukup.
Menurut catatan sejarah, generator pertama yang digunakan di Masjid Nabawi mampu menyuplai listrik untuk puluhan lampu.
Lampu-lampu ini ditempatkan di berbagai sudut masjid, menggantikan lampu minyak yang sebelumnya digunakan.
Cahaya terang dari lampu-lampu tersebut membawa keajaiban baru bagi para jamaah. Ini bukan hanya soal penerangan fisik, tetapi juga simbol dari kemajuan umat Islam yang selaras dengan perkembangan zaman.
Namun, proyek ini tidak tanpa tantangan. Teknologi listrik masih baru di kawasan Hijaz, sehingga banyak masyarakat lokal yang awalnya merasa asing dengan penggunaannya.
Para ulama dan pemimpin masyarakat harus memberikan penjelasan bahwa listrik bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, melainkan alat yang dapat memudahkan ibadah.
Baca Juga: 5 Keutamaan Menjalankan Sholat 'Arbain di Masjid Nabawi bagi Jemaah Haji
Seiring waktu, keberadaan listrik di Masjid Nabawi diterima dengan baik. Pada masa berikutnya, jumlah lampu ditingkatkan, dan generator yang lebih kuat dipasang untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang.
Hingga kini, listrik tetap menjadi bagian integral dari Masjid Nabawi, mendukung berbagai fasilitas modern seperti sistem pendingin udara, pencahayaan LED yang hemat energi, dan perangkat teknologi lainnya.
Penerangan listrik di Masjid Nabawi adalah salah satu contoh bagaimana Islam dan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan.
Kejadian ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak hanya menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur agama, tetapi juga terbuka terhadap inovasi yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Dari peristiwa ini, kita belajar bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, asalkan digunakan dengan niat yang benar dan tujuan yang mulia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






