Akurat

Program Swasembada Pangan di Masa Kekhalifahan Umar Bin Khattab, Teladan Keberpihakan pada Rakyat

Fajar Rizky Ramadhan | 11 Desember 2024, 10:00 WIB
Program Swasembada Pangan di Masa Kekhalifahan Umar Bin Khattab, Teladan Keberpihakan pada Rakyat

AKURAT.CO Kekhalifahan Umar bin Khattab (13–23 H/634–644 M) adalah salah satu periode yang dikenal dengan kemajuan signifikan dalam pengelolaan pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.

Umar bin Khattab, sebagai pemimpin kedua umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW, membawa reformasi yang mendalam di berbagai sektor, termasuk pertanian dan ketahanan pangan.

Kepemimpinannya menjadi teladan bagaimana sebuah pemerintahan dapat menciptakan swasembada pangan dengan kebijakan yang strategis, adil, dan berpihak pada rakyat.

Konteks Sosial dan Ekonomi di Masa Umar bin Khattab

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, wilayah Islam berkembang pesat meliputi jazirah Arab, Persia, Syam, hingga Mesir.

Wilayah yang luas ini menuntut adanya pengelolaan sumber daya yang optimal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Umar memahami bahwa ketahanan pangan adalah kunci utama untuk mencegah konflik sosial dan mempertahankan stabilitas politik.

Dalam pandangannya, pemerintah bertanggung jawab memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk ketersediaan pangan.

Baca Juga: Kumpulan Kalimat Inspiratif Umar bin Khattab, Khalifah Kedua Khulafaur Rasyidin

Sebagai seorang khalifah, Umar sering turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi masyarakat.

Kisah-kisahnya yang memeriksa gudang makanan atau menyaksikan langsung kelaparan di daerah-daerah kekuasaannya mencerminkan betapa seriusnya ia menangani isu pangan.

Dari pengamatan ini, Umar mengembangkan berbagai kebijakan yang revolusioner untuk masa itu.

Kebijakan Pertanian dan Distribusi Pangan

Umar bin Khattab mengadopsi pendekatan sistematis dalam memperkuat sektor pertanian. Ia memerintahkan pembangunan irigasi dan perbaikan saluran air guna mendukung kegiatan bercocok tanam.

Beberapa kanal besar yang dibangun pada masa kekuasaannya, seperti kanal yang menghubungkan Sungai Nil dan Laut Merah, menjadi bukti nyata komitmennya terhadap pengembangan pertanian.

Selain infrastruktur, Umar juga mendorong penggunaan lahan yang optimal. Ia mengeluarkan kebijakan bahwa lahan tidur (yang tidak digarap) dapat diberikan kepada siapa saja yang mampu mengelolanya, tanpa harus membayar pajak selama masa penggarapan awal.

Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk memiliki penghidupan yang layak.

Di sisi lain, distribusi pangan menjadi fokus penting. Umar mendirikan baitul mal (lembaga keuangan negara) yang salah satu fungsinya adalah memastikan distribusi hasil pertanian kepada masyarakat.

Ia juga menetapkan sistem cadangan pangan untuk menghadapi situasi darurat, seperti musim paceklik atau bencana alam.

Bahkan, dalam beberapa catatan sejarah, Umar dikenal menyediakan makanan secara cuma-cuma bagi masyarakat yang terkena dampak kelaparan, seperti yang terjadi selama tahun kelaparan (am al-ramadah).

Baca Juga: Kisah Kepemimpinan Umar bin Khattab: Anti Dinasti Keluarga Dan Tidak Menjadikan Jabatan Sebagai Warisan

Prinsip Keadilan dalam Kebijakan Pangan

Salah satu hal yang menonjol dari kebijakan Umar bin Khattab adalah penerapan prinsip keadilan. Umar memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang kelaparan di wilayah kekuasaannya.

Ia berkata, “Seandainya ada seekor keledai yang tersandung di Irak, maka aku takut Allah akan meminta pertanggungjawaban dariku.” Pernyataan ini menunjukkan bagaimana Umar memandang kepemimpinan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Untuk memastikan keadilan, Umar juga menghapuskan sistem pajak yang memberatkan petani. Ia menggantinya dengan zakat pertanian yang lebih ringan dan berbasis kelebihan hasil panen.

Dengan demikian, petani dapat memenuhi kewajiban agama sekaligus tetap memiliki cukup hasil untuk kebutuhan pribadi.

Pelajaran dari Kebijakan Umar bin Khattab

Kisah kepemimpinan Umar bin Khattab mengajarkan bahwa swasembada pangan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga membutuhkan visi yang adil dan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.

Kebijakan-kebijakan Umar tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk berkontribusi secara aktif dalam membangun ketahanan pangan.

Di masa kini, pelajaran dari Umar bin Khattab relevan untuk diterapkan, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam dan distribusi hasil pertanian.

Pemerintah modern dapat belajar dari kebijakan proaktif Umar yang memadukan infrastruktur, keadilan sosial, dan dukungan penuh terhadap masyarakat bawah.

Baca Juga: Kata-Kata Bijak Habib Umar Bin Hafiz, Bikin Hidup Semakin Optimis!

Dengan mengikuti teladan Umar, bangsa-bangsa dapat mewujudkan kesejahteraan yang merata dan keberlanjutan di sektor pangan.

Akhirnya, kekhalifahan Umar bin Khattab adalah contoh nyata bagaimana visi kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai Islam mampu menciptakan swasembada pangan dan kesejahteraan sosial.

Kepeduliannya terhadap rakyat, pengelolaan sumber daya yang bijaksana, serta penerapan prinsip keadilan membuat kebijakannya tetap relevan hingga kini.

Swasembada pangan, sebagaimana dipraktikkan Umar, adalah cerminan dari tanggung jawab pemimpin terhadap amanah yang diembannya.

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk terus menjaga ketahanan pangan demi keberlanjutan masa depan umat manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.