Akurat

Menteri Agama Nasaruddin Umar Minta Anak-anak Jangan Ditakut-takuti dan Dilarang Berada di Masjid

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Desember 2024, 10:25 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar Minta Anak-anak Jangan Ditakut-takuti dan Dilarang Berada di Masjid

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengemukakan pentingnya masjid sebagai sarana multifungsi, tidak hanya sebagai tempat ibadah.

Lebih dari itu, masjid berpotensi menjadi bengkel rohani dan pusat pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menutup acara Training of Trainer (ToT) Pengelola Masjid dan Rohis Madrasah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (9/12/2024).

"Masjid itu bengkel, service, rohani bagi anak-anak. Anak-anak jangan ditakuti, apalagi dilarang ketika berada di masjid," ujar Menag Nasaruddin. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat terhadap fungsi masjid.

Baca Juga: Aliansi Santri Jalanan Gelar Aksi Tolak Mundurnya Gus Miftah Sebagai Utusan Presiden

Menurutnya, masjid perlu dikelola dengan baik sehingga dapat berfungsi sebagai tempat yang bersih dan nyaman untuk berbagai kegiatan.

Menag juga mengingatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat berbagai aktivitas, seperti latihan bela diri dan pengembangan keterampilan.

"Masjid bisa juga dijadikan sebagai tempat latihan keterampilan. Tukang kayu, tukang besi, dan lain-lain, pelatihannya di masjid. Setiap kelas ada 20 orang. Masjid menjadi pusat aktivitas umat," jelasnya.

Selain itu, Menag Nasaruddin juga menjelaskan bahwa pada masa sahabat Abu Hurairah RA, masjid menjadi pusat pengelolaan zakat, infak, sedekah, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan sosial, seperti aqiqah dan walimah.

"Semua diatur di masjid. Masjid itu tempat memberdayakan masyarakat. Dengan begitu, dalam tempo 3 tahun, umat Islam minoritas menjadi mayoritas di Madinah," tambahnya.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Sebut Anak Disabilitas Adalah Artis di Bumi Sekaligus Juga di Langit

Menag Nasaruddin mengajak peserta ToT untuk memaksimalkan peran masjid dalam mengembangkan masyarakat.

"Mari kita memberikan wawasan lain tentang Masjid. Jadikan masjid untuk memberdayakan umat. Dan kepada anak-anakku sekalian, besar dan besarkanlah masjid. Bernaunglah di dalam masjid untuk menggapai masa depan yang lebih baik," tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad; Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Sidik Sisdiyanto; serta sejumlah staf khusus Menteri Agama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.