Akurat

Gus Miftah Diduga Olok-olok Penjual Es dalam Acara Shalawatan, Hingga Ramai Dikritik Netizen!

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Desember 2024, 17:58 WIB
Gus Miftah Diduga Olok-olok Penjual Es dalam Acara Shalawatan, Hingga Ramai Dikritik Netizen!

AKURAT.CO Miftah Maulana Habiburrahman, yang akrab disapa Gus Miftah, kembali menjadi sorotan publik setelah diduga melontarkan ucapan yang dianggap mempermalukan seorang pedagang minuman.

Insiden ini terjadi dalam acara Magelang Bersholawat yang menghadirkan Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, dan Habib Zaidan Bin Yahya.

Dalam acara tersebut, seorang pedagang es teh dan air mineral terlihat membawa dagangannya di atas kepala sambil menyaksikan jalannya acara.

Beberapa peserta mendesak Gus Miftah untuk membeli seluruh dagangan pria tersebut. Namun, respons Gus Miftah justru menjadi kontroversi.

“Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual, go***!” ucap Gus Miftah dalam bahasa Jawa. Ucapan itu memicu tawa dari orang-orang yang berada di panggung bersamanya.

Pernyataan tersebut menjadi viral di media sosial, khususnya di platform X (dahulu Twitter). Hingga Selasa (3/12/2024) pukul 17.49 WIB, nama Gus Miftah menjadi trending topic dengan berbagai kritik dari warganet.

Baca Juga: Video Gus Miftah Toyor Kepala Istri Viral, Begini Cara Islam Memuliakan Perempuan

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, turut mengomentari peristiwa tersebut.

"Semoga penjual minuman yang digoblok-goblokkan penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah. Beban di atas kepalanya mungkin tak bernilai dibanding harga sendal si penceramah," ujar Islah.

Ia juga menambahkan, “Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya! Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai.”

Beberapa warganet lain juga menyampaikan kritik tajam. “Orang ini selalu viral, tapi gak pernah ngerasa salah,” ujar akun lain, masa_g***.

“Ga lucu, Gus. Semisal itu bapak saya, saya kejar Anda,” tulis seorang pengguna dengan akun regi_ramdhan***.

Kejadian ini memicu diskusi luas tentang sikap dan etika penceramah dalam menghadapi masyarakat kecil, terutama mereka yang tengah berjuang mencari nafkah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.