Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Bersatu Setelah Pilkada Serentak

Fajar Rizky Ramadhan | 29 November 2024, 08:00 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Bersatu Setelah Pilkada Serentak

AKURAT.CO Berikut adalah naskah khutbah Jumat dengan judul Bersatu Setelah Pilkada Serentak;

Khutbah Pertama

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، ونشكره سبحانه وتعالى على نعمة الإسلام والإيمان. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada hari ini, kita berkumpul di masjid Allah yang mulia ini untuk melaksanakan salah satu kewajiban sebagai seorang Muslim, yaitu Salat Jumat. Dalam momen ini, marilah kita merenungi sebuah tema penting yang relevan dengan kondisi bangsa kita: Bersatu Setelah Pemilu Serentak.

Pemilu adalah salah satu wujud nyata dari demokrasi yang kita jalani sebagai bangsa Indonesia. Melalui pemilu, kita memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang akan membawa arah pembangunan negeri ini. Namun, sering kali pemilu meninggalkan jejak perpecahan, perselisihan, bahkan permusuhan di tengah masyarakat, baik karena perbedaan pilihan maupun pandangan politik.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat, khususnya setelah sebuah peristiwa yang berpotensi memecah belah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali 'Imran: 103)

Ayat ini menegaskan pentingnya kita, sebagai umat Islam, untuk bersatu padu di atas jalan kebenaran. Perbedaan pilihan dalam pemilu tidak seharusnya menjadi alasan untuk berpecah belah. Sebaliknya, perbedaan adalah rahmat yang harus dikelola dengan penuh hikmah.

Baca Juga: Kalender Jawa Jumat Kliwon: Makna, Tradisi, dan Keistimewaannya dalam Budaya Jawa

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengingatkan kita dalam sabdanya:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak boleh menzaliminya, dan tidak boleh membiarkannya (dalam kesulitan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mari kita renungkan hadis ini. Setelah pemilu selesai, tidak ada lagi istilah "kubu A" atau "kubu B". Yang ada adalah saudara seiman yang wajib kita hormati, bantu, dan jaga kehormatannya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Persatuan umat adalah kunci kemajuan sebuah bangsa. Ketika kita bersatu, kita menjadi kuat. Sebaliknya, perpecahan hanya akan melemahkan kita. Ingatlah firman Allah:

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

"Dan janganlah kamu saling berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu." (QS. Al-Anfal: 46)

Maka dari itu, marilah kita berkomitmen untuk menjalin kembali persaudaraan setelah pemilu ini. Jadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan, bukan sebagai alat untuk saling menjatuhkan. Semoga Allah melindungi kita dari perpecahan dan memberikan kekuatan untuk bersatu dalam kebaikan.

Baca Juga: Jaga Kondusifitas Pilkada Serentak 2024, Mantan Napiter: Perkuat Persatuan NKRI

Khutbah Kedua

الحمد لله، الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه، كما يحب ربنا ويرضى. أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Di khutbah kedua ini, saya ingin mengingatkan kembali pentingnya kita memperbaiki hubungan antar sesama setelah pemilu. Bila ada rasa sakit hati, dendam, atau kekecewaan akibat perbedaan pilihan, mari kita saling memaafkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ

"Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk senantiasa memperbaiki hubungan dan mengutamakan ukhuwah. Pemilu telah berlalu. Kini saatnya kita bekerja sama membangun bangsa ini dengan semangat persatuan dan saling mendukung.

Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa kepada Allah agar senantiasa memberikan petunjuk dan keberkahan kepada bangsa kita:

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا إِخْوَةً مُتَحَابِّينَ فِيْ سَبِيْلِكَ

"Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan jadikanlah kami saudara-saudara yang saling mencintai di jalan-Mu."

عباد الله! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl: 90)

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

"Maka ingatlah Allah, niscaya Dia akan mengingatmu, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan ingatlah, mengingat Allah (adalah ibadah) yang paling agung. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.