Akurat

Asyik! Jemaah Haji Indonesia 2025 Akan Dapat Makan Setiap Hari

Fajar Rizky Ramadhan | 20 November 2024, 10:07 WIB
Asyik! Jemaah Haji Indonesia 2025 Akan Dapat Makan Setiap Hari

AKURAT.CO – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus mematangkan persiapan pelaksanaan haji tahun 1446 Hijriyah yang akan berlangsung pada tahun 2025. Berdasarkan jadwal, jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama pada 1 Mei 2025 dan diberangkatkan menuju Arab Saudi sehari setelahnya, yakni 2 Mei 2025.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag 2024 yang diselenggarakan di Bogor, Sabtu (16/11/2024). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i, serta sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag.

“Insyaallah, untuk pelaksanaan haji 1446 Hijriah akan diselenggarakan pada tahun 2025. Secara proses, jemaah akan mulai masuk asrama haji tanggal 1 Mei. Pada 2 Mei sudah ada (jemaah) yang terbang. Jadi, kita hitung mundur dari situ, dan tentu banyak hal yang harus kami persiapkan untuk saat ini," ujar Hilman.

Hilman menjelaskan, salah satu fokus utama persiapan tahun ini adalah memastikan kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci dapat terpenuhi dengan baik. Salah satu kebijakan baru yang akan diterapkan adalah kewajiban menyediakan makanan setiap hari bagi seluruh jemaah selama berada di Arab Saudi.

"Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, saat ini DPR dengan kita (Kemenag) sepakat bahwa jemaah harus makan setiap harinya selama di Saudi. Kalau dulu itu ada enam hari tidak dikasih makan. Tapi, sekarang itu harus ada," ungkap Hilman.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan logistik makanan siap saji akan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Karena itulah, menjelang puncak haji, kita membutuhkan, hitungan kami, sekitar 5,4 juta makanan siap saji. Tahun lalu, baru ada 1,6 juta makanan siap saji yang bisa kita sediakan," jelasnya.

Baca Juga: Tunggu Kejelasan Kewenangan Penyelenggara, Rapat Biaya Haji 2025 Ditunda

Selain aspek logistik, Kemenag juga berupaya memperkuat edukasi jemaah melalui program manasik haji yang mendukung nilai moderasi beragama. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jemaah terhadap keragaman praktik keagamaan dan memperkuat kerukunan antarmazhab maupun antarumat beragama.

"Memang fikih haji di sana bermacam-macam. Kita juga akan mengedukasi jemaah untuk bisa memahami situasi di sana," terang Hilman.

Hilman juga menyebutkan bahwa Kemenag telah menyiapkan ribuan pembimbing ibadah haji bersertifikat yang dilatih di berbagai daerah melalui perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

"Kita sudah memiliki mungkin 1.200 atau 1.500 petugas pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat yang dilatih di berbagai kabupaten/kota melalui PTKIN yang ada. Nah ini juga akan membantu dalam proses edukasi terhadap jemaah," tuturnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenag berharap pelaksanaan haji 1446 Hijriah dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para jemaah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.