AKURAT.CO Fenomena childfree atau keputusan untuk tidak memiliki anak kini semakin banyak diperbincangkan.
Banyak pasangan modern yang memilih jalan ini karena berbagai alasan, mulai dari alasan ekonomi, karier, kesehatan mental, hingga keinginan untuk hidup tanpa tanggung jawab besar.
Namun, bagi seorang Muslim, keputusan ini perlu dilihat dari sudut pandang agama Islam. Dalam Islam, memiliki anak adalah anugerah dan tanggung jawab yang sangat ditekankan.
Ada beberapa dalil yang menunjukkan pentingnya keturunan dalam ajaran Islam, yang perlu diperhatikan dalam menyikapi fenomena childfree.
Islam memandang anak sebagai bagian dari fitrah manusia dan merupakan salah satu tujuan dari pernikahan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً
"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari pasanganmu, anak-anak dan cucu-cucu..." (QS. An-Nahl: 72).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan dan memberikan keturunan sebagai rahmat dan nikmat. Allah SWT tidak hanya memberikan pasangan hidup tetapi juga anak dan cucu sebagai tanda keberkahan.
Dalam konteks ini, keputusan untuk childfree mungkin bertentangan dengan pandangan Islam yang melihat anak sebagai nikmat dan amanah yang harus dijaga.
Baca Juga: Apakah Santet ada dalam Islam? Ini Cara Menangkalnya!
Selain itu, dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa anak-anak adalah perhiasan dunia dan investasi akhirat bagi orang tua. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia..." (QS. Al-Kahfi: 46)
Islam memandang anak sebagai karunia yang memperindah kehidupan dunia, sehingga anak dipandang sebagai salah satu aspek kehidupan yang memotivasi orang tua untuk melakukan amal baik.
Anak yang dibesarkan dengan baik dan diberi pendidikan yang benar akan menjadi investasi pahala bagi orang tua, terutama ketika orang tua telah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim).
Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menekankan pentingnya memiliki anak yang saleh sebagai bekal di akhirat. Anak yang saleh akan terus mendoakan orang tua yang sudah meninggal, yang mana doa tersebut dianggap sebagai amal jariah bagi mereka.
Dalam konteks ini, pilihan untuk tidak memiliki anak, jika tidak didasarkan pada alasan yang benar atau mendesak, dapat membuat seorang Muslim kehilangan salah satu sumber pahala yang dianjurkan dalam Islam.
Namun, Islam juga memahami situasi dan kondisi yang mungkin menyebabkan seseorang tidak memiliki keturunan, seperti adanya masalah kesehatan atau faktor-faktor lain yang di luar kendali.
Dalam hal ini, Islam mengajarkan bahwa Allah tidak membebani seorang hamba melebihi kemampuannya. Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." (QS. Al-Baqarah: 286).
Baca Juga: SMK PGRI 2 Ponorogo Diduga Salahgunakan Dana Bos, Apa Hukumnya menurut Islam?
Ayat ini menunjukkan bahwa jika keputusan untuk tidak memiliki anak didasarkan pada alasan-alasan yang mendasar dan penting, misalnya karena kesehatan yang tidak memungkinkan atau masalah lain yang mendesak, maka Islam tidak memaksa.
Keputusan ini tentunya harus dibarengi dengan sikap hati-hati dan memahami bahwa hal ini tidak dilakukan karena meremehkan atau mengabaikan nilai anak dalam kehidupan.
Sebagai kesimpulan, fenomena childfree dalam Islam harus dipahami dengan bijak. Islam sangat menganjurkan keturunan sebagai bentuk nikmat dan amanah.
Namun, jika ada alasan yang benar-benar kuat, seperti kesehatan atau kondisi lainnya, Islam memberikan kelonggaran.
Seorang Muslim perlu memahami pentingnya keturunan dan memeriksa niat dalam setiap keputusan agar tetap berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.