Akurat

Apakah Santet ada dalam Islam? Ini Cara Menangkalnya!

Fajar Rizky Ramadhan | 15 November 2024, 06:00 WIB
Apakah Santet ada dalam Islam? Ini Cara Menangkalnya!

AKURAT.CO Dalam Islam, konsep santet atau ilmu hitam adalah hal yang kontroversial.

Beberapa ulama berpendapat bahwa praktik seperti ini memang ada, tetapi dilarang keras dan sangat dihindari karena masuk dalam kategori sihir, yang dalam Islam adalah perbuatan yang tercela dan bisa membawa dampak buruk baik bagi pelakunya maupun orang lain.

Sihir dianggap sebagai bentuk ketidaktaatan kepada Allah karena memanfaatkan bantuan kekuatan gaib, seperti jin, untuk mencelakai atau mempengaruhi kehidupan orang lain.

Salah satu dalil dalam Al-Qur’an yang sering dijadikan rujukan tentang keberadaan sihir, termasuk santet, adalah dalam Surah Al-Baqarah ayat 102: 

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Padahal Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir; mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua (malaikat itu) apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi mudarat kepada mereka, sungguh mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102).

Baca Juga: Apa Hukum Menjadi Influencer Judi Online menurut Islam?

Ayat ini menunjukkan bahwa sihir memang ada, tetapi menggunakan atau mempelajari sihir adalah dosa besar yang dapat membawa seseorang kepada kekufuran. Sihir dikecam dalam Islam karena melibatkan campur tangan setan dan menjauhkan manusia dari ketakwaan kepada Allah.

Dalam hadis, Rasulullah Muhammad SAW juga pernah menegaskan larangan berhubungan dengan jin atau kekuatan gaib yang berkaitan dengan sihir. Beliau bersabda:

"Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Ahmad dan Hakim).

Hadis ini menunjukkan bahwa mendekati atau percaya kepada seseorang yang berpraktik sihir atau santet adalah perbuatan yang diharamkan dan dapat menjerumuskan pelakunya pada dosa besar.

Untuk melindungi diri dari pengaruh santet atau sihir, Islam mengajarkan agar umatnya senantiasa berlindung kepada Allah.

Salah satu bentuk perlindungan terbaik adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berfungsi sebagai ruqyah atau doa perlindungan.

Ayat-ayat seperti Al-Falaq dan An-Naas dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan petang sebagai perlindungan dari gangguan makhluk halus.

Dalam Surah Al-Falaq dan An-Naas disebutkan:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِن شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.'" (QS. Al-Falaq: 1-5).

Baca Juga: Etika Menggunakan Emoji Tertawa dan Ngakak dalam Islam

Dengan membaca ayat ini, seorang Muslim dapat berlindung dari berbagai macam gangguan, termasuk dari pengaruh buruk sihir atau santet. Begitu pula dengan Surah An-Naas yang mengajarkan untuk memohon perlindungan dari segala macam kejahatan yang bisa mengancam jiwa.

Kesimpulannya, dalam Islam, konsep santet dianggap nyata tetapi sangat dilarang keras. Bagi seorang Muslim, cara terbaik untuk menangkal pengaruh buruk seperti ini adalah dengan memperkuat keimanan dan rutin membaca ayat-ayat Al-Qur’an serta doa-doa perlindungan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian, seseorang dapat senantiasa dalam perlindungan Allah dan terhindar dari segala bentuk keburukan yang diakibatkan oleh sihir atau santet.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.