Akurat

Kapolri Siap Mundur Bila Terima Duit Judol, Ini Pentingnya Integritas bagi Pemimpin

Fajar Rizky Ramadhan | 14 November 2024, 06:30 WIB
Kapolri Siap Mundur Bila Terima Duit Judol, Ini Pentingnya Integritas bagi Pemimpin

AKURAT.CO Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuat pernyataan mengejutkan tentang integritas dalam kepemimpinan ketika ia mengungkapkan kesiapan untuk mundur dari jabatannya jika terbukti menerima uang hasil perbuatan yang melanggar hukum, atau dalam hal ini disebut sebagai uang "judol" (dalam konteks kasus perjudian dan tindak pidana lainnya).

Hal itu disampaikan saat dirinya dan jajarannya rapat dengan DPR RI.

Sikap ini menunjukkan bukan hanya komitmen pribadi tetapi juga pentingnya integritas yang diharapkan dari seorang pemimpin, khususnya di lembaga penegak hukum.

Integritas dalam Islam sangatlah penting, terutama bagi seorang pemimpin. Dalam Islam, integritas berarti mempertahankan kebenaran, kejujuran, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral meskipun dalam kondisi yang sulit.

Sebuah hadits dari Rasulullah SAW berbunyi, "كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ", yang artinya adalah “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menggambarkan tanggung jawab besar yang melekat pada seorang pemimpin. Integritas bukan sekadar menjaga reputasi, tetapi merupakan wujud dari tanggung jawab moral seorang pemimpin di hadapan Allah dan masyarakat.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga menegaskan pentingnya berlaku jujur dan adil dalam kepemimpinan. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58: 

"إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ",

Artinya “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” 

Ayat ini menekankan bahwa pemimpin harus menyampaikan amanah (tanggung jawab) mereka dengan penuh kejujuran dan menegakkan keadilan tanpa memihak, sesuai dengan amanat yang diberikan kepada mereka.

Baca Juga: Situs NTMC Polri Diblokir, Sempat Muncul Situs Judol M88 Ketika Diakses

Pernyataan Kapolri ini juga mencerminkan prinsip Al-Qur’an lainnya dalam Surah Al-Ma'idah ayat 8: 

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ",

Artinya adalah “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan karena Allah, sebagai saksi dengan adil. Janganlah kebencian terhadap suatu kaum membuat kalian berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” 

Ayat ini menggarisbawahi bahwa keadilan adalah bagian integral dari integritas seorang pemimpin, yang menempatkan prinsip kebenaran di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Sikap siap mundur dari jabatan yang disampaikan oleh Kapolri ini mengajarkan kepada kita semua bahwa pemimpin bukanlah sekadar sebuah jabatan, tetapi adalah amanah yang membutuhkan komitmen tinggi terhadap kebenaran dan integritas.

Ketika seorang pemimpin memiliki integritas, ia akan selalu menjaga kepercayaan publik dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang telah ia ikrarkan, serta siap untuk menghadapi konsekuensi dari tindakannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.