Akurat

Rajin Sholat tapi Perilakunya Buruk, Kenapa?

Fajar Rizky Ramadhan | 9 November 2024, 08:00 WIB
Rajin Sholat tapi Perilakunya Buruk, Kenapa?

AKURAT.CO Sholat adalah salah satu ibadah utama dalam Islam yang menjadi tiang agama dan penanda ketaatan seorang hamba kepada Allah.

Dalam Al-Quran, Allah secara tegas menyebutkan perintah untuk mendirikan sholat. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah QS. Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi:

"وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini menekankan bahwa sholat memiliki fungsi yang sangat fundamental dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar, yakni segala bentuk perilaku buruk yang merusak akhlak dan iman seseorang.

Namun, kenyataan yang sering kita lihat di masyarakat kadang menunjukkan bahwa ada orang yang rajin sholat tetapi perilakunya jauh dari ajaran Islam. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca Juga: Manfaat Membaca Al-Quran Setiap Setelah Sholat Lima Waktu dalam Islam

Dalam Islam, sholat tidak hanya berarti menunaikan gerakan fisik dan bacaan tertentu; sholat harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya: "Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas sholat seseorang sangat bergantung pada niat dan kesungguhan hatinya.

Jika seseorang sholat hanya sebagai rutinitas, tanpa memahami esensi sholat sebagai media komunikasi dengan Allah, maka sholat tersebut tidak akan memberikan dampak yang mendalam pada perilakunya.

Sholat yang benar adalah sholat yang dilaksanakan dengan menghadirkan hati, merenungkan maknanya, dan dilakukan dengan niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah juga mengingatkan dalam hadis lainnya:

"رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ"

Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam namun tidak mendapatkan apa-apa dari sholat malamnya kecuali sekadar begadang." (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini menjadi pengingat bahwa ibadah tidak semata-mata soal fisik dan waktu yang dihabiskan.

Sholat yang khusyuk akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan kesadaran moral yang kuat dalam diri pelakunya.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Sholat Subuh yang Tidak Dimiliki Sholat Lain

Jika seorang muslim melakukan sholat dengan benar, seharusnya ia akan semakin jauh dari perilaku buruk seperti mengumpat, berbohong, menipu, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akhlak Islam.

Selain itu, terdapat pula konsep ihsan dalam Islam, yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah, dan meskipun tidak dapat melihat-Nya, kita yakin bahwa Allah selalu melihat kita. Hal ini disebutkan dalam hadis:

"أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ"

Artinya: "Bahwa engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan meresapi konsep ini, sholat akan menjadi pembimbing akhlak seseorang. Jika seseorang masih berperilaku buruk, meskipun rajin sholat, mungkin karena ia belum benar-benar menghadirkan niat dan khusyuk dalam sholatnya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memperbaiki niat, meningkatkan pemahaman tentang makna sholat, dan berusaha mencapai kekhusyukan yang mendalam agar sholat tersebut benar-benar dapat membentuk akhlak dan menghindarkan diri dari perilaku yang buruk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.