Akurat

Khutbah Jumat: Cara Memperingati Hari Pahlawan dalam Islam

Lufaefi | 7 November 2024, 12:00 WIB
Khutbah Jumat: Cara Memperingati Hari Pahlawan dalam Islam

AKURAT.CO Berikut ini naskah khutbah Jumat dengan judul Cara Memperingati Hari Pahlawan dalam Islam.

Muqaddimah Khutbah

الحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Sebagai umat Islam di Indonesia, sudah menjadi kewajiban kita untuk merenungi dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa ini.

Tanpa pengorbanan mereka, kita mungkin tidak akan merasakan kebebasan dan kenyamanan dalam beribadah serta beraktivitas seperti hari ini.

Islam sangat menghargai orang-orang yang berjuang dan berkorban di jalan kebenaran. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (QS. Ali Imran: 169)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa mereka yang berjuang di jalan kebaikan, demi agama dan bangsa, meski telah tiada, sesungguhnya mereka tetap hidup di sisi Allah. Pengorbanan mereka mendapat pahala yang besar dan terjaga di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Bahaya Politik Uang dalam Islam

Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah

Mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan bukan hanya sekadar upacara atau peringatan formalitas. Mengenang mereka adalah untuk menumbuhkan semangat perjuangan dalam diri kita untuk meneruskan nilai-nilai luhur yang mereka tinggalkan.

Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menghormati dan mengenang orang-orang yang berjasa. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ

"Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, bentuk menghargai para pahlawan adalah dengan mensyukuri jasa-jasa mereka, dan meneruskan perjuangan mereka dalam menjaga persatuan, keadilan, dan kesejahteraan umat. Sebagai umat Islam, kita hendaknya berkontribusi dalam masyarakat sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Khutbah di Masjid Istiqlal, Imam Besar Masjid Nabawi: Islam di Indonesia Islam Cinta dan Moderat

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ.

Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah

Dalam khutbah kedua ini, marilah kita kembali mengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah. Mempertahankan kemerdekaan adalah tanggung jawab setiap warga negara, dan lebih dari itu, sebagai umat Islam, kita dituntut untuk menjaga nilai-nilai agama dan moralitas dalam hidup berbangsa. Kemerdekaan adalah nikmat yang harus disyukuri dengan meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat persatuan.

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran: 103)

Ayat ini mengingatkan kita agar selalu bersatu dalam ikatan Islam dan persaudaraan, tidak mudah terpecah-belah, dan selalu bekerja sama untuk kemaslahatan bangsa. Marilah kita bersama-sama menjaga kedamaian, menghormati perbedaan, serta menjadi umat yang membawa rahmat bagi sesama.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kita kekuatan untuk meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan kita. Semoga kita mampu menjadi umat yang kuat, bersatu, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.