AKURAT.CO Artikel ilmiah populer keislaman adalah karya tulis yang mengupas topik agama Islam secara ilmiah namun disajikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Artikel semacam ini penting dalam menyebarkan pengetahuan keislaman secara lebih luas dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Berikut adalah ciri-ciri utama dari artikel ilmiah populer keislaman, lengkap dengan kutipan dari beberapa referensi jurnal dan buku.
1. Berlandaskan pada Sumber-Sumber Agama yang Valid
Artikel ilmiah populer keislaman harus merujuk pada sumber-sumber otoritatif dalam Islam, seperti Al-Qur’an, Hadits, dan pendapat para ulama.
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Qur'an, pendekatan ilmiah dalam pembahasan agama perlu berdasar pada dalil-dalil yang valid agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Viral No Nut November, Tantangan Stop Masturbasi, Apa Hukum Masturbasi dalam Islam?
2. Menggunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Meskipun berbasis ilmiah, artikel ini harus disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti agar lebih mudah dipahami oleh pembaca umum.
Ini selaras dengan pandangan Mustaqim dalam Metodologi Penelitian Islam Kontemporer yang menekankan bahwa penyampaian materi keislaman sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat luas.
3. Berorientasi pada Pengetahuan Praktis dan Aplikatif
Salah satu ciri artikel ilmiah populer adalah berfokus pada aspek praktis dan aplikatif, sehingga pembaca dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad Warson Munawwir dalam Kamus Al-Munawwir menyebutkan bahwa tujuan utama artikel semacam ini adalah untuk menginspirasi pembaca agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan.
4. Mengandung Elemen Rasional dan Argumentatif
Artikel ilmiah populer keislaman biasanya mengedepankan penalaran yang logis dan argumentasi yang jelas untuk menjelaskan pandangan Islam terhadap suatu masalah.
Siti Chamamah Soeratno dalam Kebangkitan Islam di Dunia Modern menyebutkan bahwa salah satu kriteria artikel ilmiah adalah penggunaan argumen rasional dalam mengurai tema keislaman.
5. Tidak Mendalam Seperti Jurnal Akademik
Berbeda dengan jurnal akademik yang mendalam dan sangat teknis, artikel ilmiah populer bersifat ringkas namun tetap informatif.
Dalam buku Dasar-Dasar Penulisan Artikel Ilmiah, Suherli (2018) menegaskan bahwa artikel ilmiah populer bertujuan menyederhanakan pengetahuan ilmiah agar lebih mudah dicerna oleh masyarakat umum.
Baca Juga: Tiktoker Gunawan Sadbor Ditangkap Polisi Diduga Promosi Judi Online, Ini Kewajiban Mendapatkan Penghasilan Halal dalam Islam
6. Disertai Data atau Fakta Pendukung
Agar memiliki bobot ilmiah, artikel ini sering menyertakan data atau fakta pendukung. Misalnya, informasi mengenai sejarah Islam, hasil penelitian terkait, atau pendapat ahli yang relevan.
Menurut Muhajir dalam Metodologi Penelitian Keislaman, data dalam artikel ilmiah populer berguna untuk memperkuat argumen sehingga pembaca lebih percaya pada isi artikel.
Artikel ilmiah populer keislaman memiliki peran yang penting dalam menyebarkan pengetahuan agama Islam secara luas.
Melalui bahasa yang mudah dipahami, berlandaskan sumber yang valid, dan dilengkapi dengan argumentasi logis, artikel ini dapat memberikan wawasan keislaman yang bermanfaat bagi masyarakat umum.