AKURAT.CO Fenomena "jam koma" menjadi perbincangan hangat di kalangan Gen Z.
Istilah ini merujuk pada kondisi kelelahan mental dan fisik yang diakibatkan oleh kebiasaan tidak sehat seperti kurang tidur, overthinking, dan penggunaan media sosial berlebihan.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh tetapi juga memengaruhi stabilitas emosional dan produktivitas seseorang.
Dalam Islam, menjaga kesehatan fisik dan mental adalah kewajiban. Bagaimana perspektif Islam menanggapi fenomena ini?
1. Islam dan Keseimbangan Kehidupan
Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik, mental, dan spiritual. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat."
(QS. An-Naba: 9)
Ayat ini menegaskan pentingnya tidur sebagai waktu pemulihan bagi tubuh dan pikiran. Tidur yang cukup dan berkualitas adalah bagian dari cara menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.
Baca Juga: Jadwal Sholat Wilayah Jakarta Hari Ini, Kamis 24 Oktober 2024
2. Larangan Berlebihan dan Anjuran Moderasi
Islam menekankan pentingnya tidak berlebihan (israf) dalam segala hal, termasuk aktivitas harian dan penggunaan waktu. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّ
"Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu
(HR. Bukhari dan Muslim)."
Hadis ini mengajarkan bahwa tubuh kita berhak mendapatkan istirahat dan perhatian. Melalaikan hak ini, seperti kurang tidur dan overthinking, dapat merusak kesehatan dan merugikan diri sendiri.
3. Dampak Negatif Overthinking dan Media Sosial
Islam juga memperingatkan tentang bahaya pikiran yang berlebihan. Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS. Al-Baqarah: 286).
Overthinking dan khawatir berlebihan adalah bentuk penyiksaan diri yang bertentangan dengan ajaran ini.
Islam mendorong ketenangan jiwa dengan tawakal dan menghindari kecemasan yang tidak perlu. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
4. Solusi Islami untuk Mengatasi "Jam Koma"
Islam menawarkan solusi yang komprehensif untuk mengatasi fenomena "jam koma":
- Shalat dan Dzikir: Menenangkan hati dan pikiran melalui ibadah.
- Pengaturan Waktu: Manajemen waktu yang baik antara aktivitas dunia dan ibadah, serta menghindari kesia-siaan.
- Tidur Cukup: Meneladani kebiasaan Rasulullah yang mengatur pola tidur dengan baik, seperti tidur awal malam dan bangun di sepertiga malam untuk tahajud.
- Tawakal dan Berserah Diri: Mengurangi overthinking dengan menyerahkan urusan kepada Allah.
Baca Juga: Apa Itu Jam Koma? Istilah yang Viral di Kalangan Gen Z
Islam memandang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari ibadah.
Fenomena "jam koma" di kalangan Gen Z mengingatkan kita untuk kembali kepada ajaran Islam tentang keseimbangan hidup dan tidak berlebihan dalam segala hal.
Dengan mengikuti prinsip-prinsip Islam seperti manajemen waktu, dzikir, dan pola hidup sehat, seorang Muslim dapat menjaga diri dari kelelahan mental dan fisik.
Kesehatan bukan hanya anugerah, tetapi juga amanah yang harus dipelihara sebaik mungkin.