AKURAT.CO Islam mengajarkan umatnya untuk berperilaku baik dan saling menghormati. Segala bentuk pelecehan, penghinaan, dan intimidasi, termasuk bullying, bertentangan dengan ajaran Islam.
Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menjadi dosa besar bagi pelakunya.
Dalam Al-Qur’an dan hadis, terdapat sejumlah dalil yang melarang tindakan semena-mena terhadap sesama.
Bullying Termasuk dalam Penghinaan dan Ejekan
Allah SWT melarang perilaku yang merendahkan orang lain melalui firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
(QS. Al-Hujurat: 11)
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan). Dan jangan pula wanita-wanita (merendahkan) wanita lain, boleh jadi wanita (yang direndahkan) lebih baik dari wanita (yang merendahkan). Janganlah kalian mencela diri kalian sendiri dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah iman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Baca Juga: Anak Kaesang Pangarep Bernama Bebingah Sang Tansahayu, Ini Anjuran Islam saat Memberi Nama Anak
Ayat ini menegaskan bahwa menghina atau memberikan julukan buruk kepada orang lain adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini mencakup segala bentuk bullying, baik verbal maupun fisik. Pelaku bullying tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga dianggap sebagai orang yang zalim jika tidak bertobat.
Menghindari Perkataan Menyakitkan dan Mencela
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang membuat muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya."
Bullying sering kali muncul dalam bentuk kata-kata kasar atau tindakan fisik. Hadis ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan tangan agar tidak menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental.
Dosa Menzalimi Orang Lain Akan Dibalas di Hari Kiamat
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tindakan zalim akan dibalas di akhirat:
اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
(HR. Muslim)
Artinya: “Hindarilah kezaliman, karena kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.”
Bullying termasuk perbuatan zalim yang akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat. Pelaku yang tidak bertaubat akan menghadapi akibat buruk atas perbuatannya.
Menjaga Kehormatan dan Martabat Sesama Muslim
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan orang lain. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ
(HR. Muslim)
Artinya: “Segala sesuatu dari seorang muslim terhadap muslim lainnya itu haram (dilarang), baik darahnya, hartanya, maupun kehormatannya.”
Baca Juga: Hanni NewJeans Alami Perundungan di Tempat Kerja, Begini Islam Merespons Kasus Perundungan
Bullying merusak kehormatan orang lain dan melanggar hak-hak mereka. Setiap muslim wajib menjaga kehormatan saudaranya agar tercipta lingkungan sosial yang sehat dan damai.
Bullying dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal, dilarang keras dalam Islam. Ajaran Islam mendorong umatnya untuk saling menghormati dan tidak merendahkan satu sama lain.
Perbuatan zalim seperti bullying akan mendatangkan dosa besar dan akan dibalas di akhirat jika tidak segera bertobat.
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus selalu menjaga lisan, tindakan, dan perilaku agar tidak menyakiti orang lain.
Mari kita hindari bullying dan bangun lingkungan yang saling mendukung, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang zalim dan suka merendahkan sesamanya.