Akurat

Pembagian Kabinet Pemerintahan di Masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

Fajar Rizky Ramadhan | 12 Oktober 2024, 10:00 WIB
Pembagian Kabinet Pemerintahan di Masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

AKURAT.CO Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq adalah pemimpin pertama umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Kepemimpinannya berlangsung selama kurang lebih dua tahun, dari tahun 632 hingga 634 Masehi.

Meskipun masa pemerintahannya singkat, beliau berhasil membentuk struktur pemerintahan yang sederhana namun efektif, yang kemudian dijadikan model oleh para khalifah selanjutnya.

Struktur Pemerintahan Abu Bakar

Abu Bakar As-Shiddiq memimpin dengan gaya pemerintahan yang sederhana dan inklusif, dengan melibatkan tokoh-tokoh utama sahabat Nabi Muhammad SAW dalam berbagai posisi penting.

Menurut buku "Al-Khilafah wal Imarah" karya Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, sistem pemerintahan pada masa Abu Bakar tidak memiliki bentuk yang sangat terstruktur seperti kerajaan-kerajaan besar saat itu, tetapi lebih menyerupai komunitas yang dipimpin dengan prinsip syura (musyawarah).

Sistem ini mengutamakan konsultasi dan pengambilan keputusan secara kolektif dengan para sahabat.

Baca Juga: Menikah Tanpa Restu Orang Tua, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Para Penasehat Utama dan Pembagian Tugas

Sebagai khalifah, Abu Bakar As-Shiddiq memiliki beberapa sahabat yang berperan sebagai penasehat utama dalam urusan pemerintahan. Beberapa dari mereka memegang tugas spesifik dalam administrasi negara.

Menurut catatan dalam buku "Al-Farooq: The Life of Omar Ibn Al-Khattab" oleh Shibli Nomani, beberapa tokoh penting yang terlibat dalam kabinet Abu Bakar adalah:

  1. Umar bin Khattab – Berperan sebagai penasehat utama, ia sering dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting, terutama dalam urusan militer dan administrasi.
  2. Ali bin Abi Thalib – Meskipun keterlibatannya dalam pemerintahan Abu Bakar sering diperdebatkan, beberapa riwayat menunjukkan bahwa Ali tetap memberikan masukan dan nasihat dalam beberapa perkara penting.
  3. Usman bin Affan – Dikenal dengan kemampuan administrasinya, Usman membantu dalam mengatur keuangan negara.
  4. Zaid bin Tsabit – Bertugas mengurus urusan penulisan dan dokumentasi, terutama dalam pengumpulan dan penulisan wahyu Al-Quran.

Departemen-departemen Utama

Meskipun pemerintahan Abu Bakar tidak memiliki struktur birokrasi yang kompleks, terdapat beberapa departemen yang berfungsi untuk mendukung administrasi negara, seperti yang disebutkan dalam "The Early Islamic Conquests" karya Fred M. Donner:

  1. Departemen Keuangan (Baitul Mal): Di masa ini, pengelolaan keuangan masih sangat sederhana, namun Baitul Mal tetap berperan penting dalam mengelola zakat, sedekah, dan sumber pendapatan lainnya. Zakat menjadi salah satu fokus utama, terutama setelah adanya gelombang pemberontakan kaum yang menolak membayar zakat (Riddah).

  2. Departemen Militer: Abu Bakar As-Shiddiq melakukan ekspansi militer untuk menghadapi ancaman pemberontakan dan menaklukkan wilayah-wilayah yang ingin memisahkan diri dari kekhalifahan. Beliau menunjuk panglima-panglima militer seperti Khalid bin Walid yang berperan penting dalam menaklukkan wilayah-wilayah tersebut.

  3. Kehakiman (Qadha): Urusan hukum dan keadilan pada masa Abu Bakar ditangani oleh qadhi (hakim), yang ditunjuk untuk mengurus perkara hukum di kalangan masyarakat. Abu Bakar sendiri seringkali menjadi rujukan utama dalam urusan peradilan, tetapi beliau juga melibatkan Umar bin Khattab untuk menangani beberapa kasus penting.

Prinsip-prinsip Kepemimpinan

Abu Bakar menjalankan pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Masjid Abu Bakar di Madinah, Penghormatan pada Sahabat Nabi yang Pertama Masuk Islam

Sebagaimana disebutkan dalam "The History of the Caliphs" oleh Suyuti, kepemimpinannya mengutamakan keadilan, kesederhanaan, dan tanggung jawab moral yang tinggi.

Beliau dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati, dan sering berkonsultasi dengan para sahabat dalam mengambil keputusan.

Pembagian kabinet pemerintahan di masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq menekankan pada peran kolektif sahabat-sahabat utama Nabi, dengan fokus pada keadilan, keuangan, dan militer.

Meskipun struktur birokrasi belum sepenuhnya terorganisir seperti pada masa khalifah berikutnya, model pemerintahan ini menjadi dasar penting bagi perkembangan administrasi Islam di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.