AKURAT.CO Kabar yang menghebohkan tentang penyanyi dangdut populer Happy Asmara makan babi karena tidak sengaja memancing perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Seperti diketahui, Babi dikenal sebagai salah satu makanan yang dilarang dalam Islam. Happy Asmara dalam unggahannya di Instagram mengaku tidak sengaja memakan binatang tersebut.
Untuk memahami lebih dalam mengapa makan babi diharamkan, kita perlu merujuk pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis yang menjelaskan hukum ini.
Hukum Makan Babi dalam Islam
Dalam ajaran Islam, babi termasuk makanan yang diharamkan untuk dikonsumsi oleh umat Muslim. Dalil yang paling jelas dan sering dirujuk terkait hal ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:
1. Surah Al-Baqarah (2:173)
"إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِۖ"
Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah."
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa daging babi termasuk dalam kategori makanan yang diharamkan untuk dimakan. Larangan ini diperkuat lagi dalam beberapa ayat lain dalam Al-Qur'an.
Baca Juga: Viral, Video Pelajar Berhubungan Intim Sesama Jenis di Kuningan Jawa Barat, Ini Respons Islam
2. Surah Al-Maidah (5:3)
"حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ"
Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas nama Allah."
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa babi diharamkan karena alasan yang jelas dalam syariat Islam.
Selain dari Al-Qur'an, ada juga hadis yang mendukung pengharaman babi, seperti dalam riwayat berikut:
3. Hadis Riwayat Bukhari
"Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya Allah telah mengharamkan memakan bangkai, darah, dan daging babi.'"
Hikmah di Balik Pengharaman Daging Babi
Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang diharamkan pasti mengandung mudarat atau bahaya.
Secara ilmiah, babi dikenal sebagai hewan yang cenderung hidup dalam kondisi kotor dan membawa penyakit.
Daging babi juga diketahui dapat menjadi medium bagi berbagai penyakit seperti trichinosis, sebuah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang ditemukan pada daging babi yang tidak dimasak dengan sempurna.
Baca Juga: Profil Gilga Sahid yang Dirumorkan Pacaran dengan Happy Asmara, Dulunya Pengamen Jalanan
Selain aspek kesehatan, ketaatan pada perintah Allah adalah alasan utama umat Muslim menjauhi konsumsi babi.
Hal ini menunjukkan ketaatan kepada hukum syariat dan menjaga kesucian diri dari hal-hal yang diharamkan.
Kabar tentang Happy Asmara makan babi mungkin hanya sebuah isu yang beredar, namun yang pasti dalam Islam, makan daging babi adalah hal yang diharamkan.
Sebagai seorang Muslim, penting untuk selalu merujuk kepada ajaran Al-Qur'an dan Hadis dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam memilih makanan yang halal.
Semoga dengan memahami dalil-dalil yang telah disampaikan, kita semakin sadar akan pentingnya mengikuti hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari.