Akurat

Ratusan Jemaah Selawat di Kediri Keracunan Massal, Ini 5 Prinsip Kehati-hatian dalam Mengkonsumsi Makanan Menurut Islam

Lufaefi | 3 Oktober 2024, 10:00 WIB
Ratusan Jemaah Selawat di Kediri Keracunan Massal, Ini 5 Prinsip Kehati-hatian dalam Mengkonsumsi Makanan Menurut Islam

AKURAT.CO Kabar mengejutkan datang dari acara selawat di Kediri yang dihadiri oleh ratusan jemaah.

Dilaporkan bahwa setelah acara berlangsung, puluhan jemaah mengalami gejala keracunan massal.

Dugaan awal mengarah pada cemilan kemasan yang dikonsumsi peserta, yang diduga tidak layak makan dan berpotensi menimbulkan keracunan.

Peristiwa ini mengingatkan kita pentingnya berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam.

Berikut adalah lima prinsip kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan menurut ajaran Islam, disertai dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits.

1. Memastikan Kehalalan Makanan

Prinsip pertama dalam Islam adalah memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi halal. Hal ini meliputi sumber makanan dan cara pengolahannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

(Yā ayyuhallażīna āmanū, kulū mim ṭayyibāti mā razaqnā-kum wasykurū lillāhi ing kuntum iyyāhu ta'budūn)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Halal bukan hanya tentang sumber makanan, tetapi juga kondisi dan kualitasnya. Produk yang kadaluarsa atau tidak layak konsumsi bisa dianggap tidak sesuai dengan prinsip kehalalan.

Baca Juga: Apakah Umat Islam di Indonesia Wajib Menjaga Masjidil Aqsha di Palestina?

2. Menghindari Sesuatu yang Dapat Membahayakan Kesehatan

Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi hal-hal yang membahayakan diri. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

(Lā ḍarara wa lā ḍirāra)

Artinya: “Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh membalas bahaya dengan bahaya.” (HR. Ibnu Majah)

Makanan yang berpotensi menimbulkan penyakit atau keracunan harus dihindari. Dalam kasus keracunan massal di Kediri, dugaan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak layak menekankan betapa pentingnya prinsip ini.

3. Memperhatikan Kebersihan dan Kesucian Makanan

Islam sangat mementingkan kebersihan, termasuk dalam hal makanan. Kebersihan makanan memastikan kesehatan dan kesejahteraan manusia. Allah berfirman:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ

(Wa yuḥillu la-humut-ṭayyibāti wa yuḥarrimu ‘alai-himul-khabā`iṡ)

Artinya: "Dan Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk." (QS. Al-A’raf: 157)

Makanan yang buruk dalam kualitas atau kebersihan dianggap haram. Oleh karena itu, memilih makanan yang bersih dan higienis menjadi keharusan dalam Islam.

4. Menghindari Makanan yang Diragukan

Rasulullah SAW mengajarkan untuk meninggalkan sesuatu yang diragukan. Dalam konteks makanan, ini berarti menghindari makanan yang tidak jelas asal-usulnya atau kualitasnya. Beliau bersabda:

دَعْ مَا يُرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يُرِيبُكَ

(Da’ mā yurībuka ilā mā lā yurībuka)

Artinya: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan ambillah yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi)

Jika ada keraguan tentang apakah makanan tersebut aman atau layak konsumsi, sebaiknya dihindari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Memeriksa Label dan Kelayakan Produk Makanan

Dalam dunia modern, banyak makanan dikemas dalam bentuk produk siap konsumsi. Islam mengajarkan umatnya untuk berhati-hati dan memeriksa kelayakan produk sebelum dikonsumsi. Sebagaimana firman Allah:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

(Wa lā tulqū bi`aidī-kum ilat-tahlukah)

Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Baca Juga: Viral Pria Smackdown Pacar di Jalan, Begini Cara Islam Memuliakan Perempuan

Dengan memeriksa tanggal kadaluarsa, komposisi bahan, dan memastikan bahwa produk masih dalam kondisi baik, kita dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan.

Kasus keracunan massal yang terjadi pada jemaah selawat di Kediri menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan.

Islam telah memberikan pedoman yang jelas tentang kehalalan, kebersihan, dan keamanan makanan yang dikonsumsi.

Semoga kita semua senantiasa menjaga prinsip-prinsip ini agar terhindar dari bahaya dan mendapatkan keberkahan dalam setiap rezeki yang kita konsumsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.