Akurat

5 Adab Saat Buang Air dalam Islam: Tuntunan Sesuai Dalil

Fajar Rizky Ramadhan | 2 Oktober 2024, 09:00 WIB
5 Adab Saat Buang Air dalam Islam: Tuntunan Sesuai Dalil

AKURAT.CO Dalam ajaran Islam, segala aspek kehidupan diatur dengan sebaik mungkin, termasuk adab saat buang air.

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan, baik lahir maupun batin. Adab saat buang air pun menjadi bagian penting dari menjaga kebersihan tersebut.

Berikut adalah beberapa adab buang air dalam Islam beserta dalil-dalilnya.

1. Menjauhi Tempat Terbuka atau Tempat yang Sering Dilalui

Rasulullah ﷺ menganjurkan agar tidak buang air di tempat terbuka atau tempat yang sering dilalui orang, karena hal ini dapat mengganggu orang lain dan mengotori lingkungan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ:
"اتَّقُوا اللاَّعِنَيْنِ." قَالُوا: وَمَا اللاَّعِنَانِ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: "الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ."

Artinya“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jauhilah dua hal yang mendatangkan laknat.’ Mereka bertanya: ‘Apa dua hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘(Yaitu) orang yang buang hajat di jalan yang biasa dilalui manusia atau di tempat mereka berteduh.’” (HR. Muslim).

Baca Juga: Jadwal Sholat Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini, 2 Oktober 2024

2. Masuk Kamar Mandi dengan Mendahulukan Kaki Kiri dan Membaca Doa

Adab yang kedua adalah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi dan membaca doa perlindungan dari gangguan setan.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ:
"اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ."

Artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ ketika masuk kamar mandi (tempat buang air), beliau mengucapkan: ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Salah satu adab penting dalam buang air adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat, baik di tempat terbuka maupun tertutup.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
"إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا."

Artinya: “Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Apabila kalian hendak buang air, janganlah kalian menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi, menghadaplah ke timur atau barat.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

4. Tidak Berbicara atau Membawa Sesuatu yang Mengandung Zikir

Saat buang air, seseorang dianjurkan untuk tidak berbicara, kecuali jika ada keperluan yang mendesak. Selain itu, tidak diperbolehkan membawa sesuatu yang mengandung zikir, seperti Al-Qur’an.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ:
"مَرَّ رَجُلٌ وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَبُولُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ."

Artinya: “Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: ‘Ada seorang lelaki yang melewati Rasulullah ﷺ yang sedang buang air kecil, lalu orang itu mengucapkan salam kepada beliau, tetapi beliau tidak menjawab salam tersebut.’”
(HR. Muslim)

Baca Juga: Apa Itu 'Child Grooming'? Bagaimana Islam Merespons Fenomena Ini?

5. Membersihkan Setelah Buang Air (Istinja’)

Setelah buang air, Islam mengajarkan agar membersihkan diri dengan cara yang benar, baik menggunakan air (istinja’) atau dengan menggunakan batu atau benda lainnya (istijmar).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"إِذَا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْغَائِطِ فَلْيَذْهَبْ مَعَهُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، فَإِنَّهَا تُجْزِئُ عَنْهُ."

Artinya“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jika salah seorang dari kalian pergi buang air, bawalah tiga batu bersamanya, karena itu cukup untuk membersihkan dirinya.’” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa'i)

Adab buang air dalam Islam adalah bagian dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan yang ditetapkan dalam syariat.

Dengan menerapkan adab-adab ini, seorang Muslim diharapkan dapat menjaga kebersihan fisik dan juga menghormati lingkungan sekitar.

Setiap adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ memiliki hikmah yang besar, sehingga penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.