Akurat

Fomo Boneka Labubu Viral Gara-Gara Lisa Blackpink, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Fajar Rizky Ramadhan | 26 September 2024, 11:00 WIB
Fomo Boneka Labubu Viral Gara-Gara Lisa Blackpink, Bagaimana Islam Menyikapinya?

AKURAT.CO Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) kini semakin marak di era media sosial, terutama di kalangan penggemar artis.

Salah satu tren terbaru yang menjadi perhatian adalah viralnya boneka Labubu, yang semakin populer setelah terlihat dalam unggahan Lisa, anggota grup K-Pop terkenal Blackpink.

Penggemar merasa "tertinggal" jika tidak mengikuti tren ini, termasuk membeli produk yang sama, seperti boneka tersebut. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena seperti ini?

Dalam Islam, penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual.

Konsumerisme berlebihan, apalagi sekadar mengikuti tren atau FOMO, bisa mengarah pada pemborosan (isrāf) yang dilarang dalam agama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 27:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

"Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."
(QS. Al-Isra': 27)

Ayat ini mengingatkan bahwa perilaku boros dianggap dekat dengan setan. Islam mengajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan, terutama dalam hal-hal yang tidak membawa manfaat nyata, seperti mengejar tren duniawi hanya demi pengakuan sosial.

Dalam konteks boneka, ulama memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ada ulama yang membolehkan boneka sebagai alat permainan anak-anak, karena Rasulullah SAW membiarkan Aisyah bermain boneka.

Baca Juga: Hukum Menggunakan Alat Kontrasepsi dalam Islam

Namun, jika boneka tersebut menjadi objek yang berlebihan, atau jika ada unsur syirik, maka hal ini dapat menjadi masalah.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

"Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah para pembuat gambar." (HR. Abu Dawud)

Hadits ini sering dijadikan dasar oleh sebagian ulama dalam melarang pembuatan atau pengkoleksian gambar dan patung makhluk hidup, termasuk boneka.

Meski begitu, konteks penggunaannya perlu dipahami lebih lanjut, apakah itu sebagai alat permainan atau sekadar simbol budaya pop.

Dalam Islam, ada konsep qana'ah, yaitu merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak terjebak pada keinginan yang berlebihan.

FOMO sering kali muncul karena rasa takut tertinggal dan tidak "up-to-date" dengan yang lain, yang bisa menimbulkan perasaan iri atau dengki. Padahal, dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sebagaimana dalam Surah Ibrahim ayat 7:

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)

Rasa syukur ini akan menghindarkan kita dari keinginan untuk terus mengikuti tren yang mungkin tidak bermanfaat atau bahkan menimbulkan pemborosan.

Baca Juga: Mengenal Muslim Bektashi, Pemangku Negara Islam Albania Bak Vatikan

Fenomena viralnya boneka Labubu karena Lisa Blackpink bisa dikaitkan dengan tren konsumerisme yang didorong oleh media sosial.

Islam menegaskan pentingnya menghindari perilaku boros, mengajarkan qana'ah, dan menempatkan fokus pada hal-hal yang membawa manfaat baik duniawi maupun ukhrawi.

Bagi seorang Muslim, penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat, serta tidak terjebak dalam tren yang hanya bersifat sementara.

Dengan demikian, daripada terpengaruh oleh FOMO, umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi apakah sesuatu yang viral benar-benar bermanfaat atau hanya sekadar mengikuti tren yang cepat berlalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.