Akurat

Profil Gus Miftah, Kiai Muda yang Ramai Diperbincangkan Usai Bertemu Presiden Joko Widodo

Fajar Rizky Ramadhan | 21 September 2024, 07:00 WIB
Profil Gus Miftah, Kiai Muda yang Ramai Diperbincangkan Usai Bertemu Presiden Joko Widodo

AKURAT.CO Gus Miftah, atau yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman, merupakan salah satu kiai muda berpengaruh di Indonesia.

Namanya semakin populer di kalangan masyarakat luas, terutama di media sosial, setelah beberapa kali viral karena ceramah-ceramahnya yang bernada inklusif dan toleran.

Baru-baru ini, ia kembali menjadi sorotan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di salah satu acara. Pertemuan tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan pembahasan di berbagai media dan platform digital.

Latar Belakang dan Pendidikan

Gus Miftah lahir di Lampung pada 1981 dari keluarga yang taat beragama. Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren, yang kemudian membentuk pandangannya yang luas tentang Islam dan kehidupan beragama di Indonesia.

Sejak kecil, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan berkesempatan untuk belajar di beberapa pondok pesantren ternama.

Pendekatan ceramah Gus Miftah kerap kali berbeda dari kiai tradisional lainnya, terutama dalam hal cara penyampaian dan tema-tema yang diangkat.

Baca Juga: Viral Gus Miftah Ungkap Pilih Pemimpin yang Hartanya Cukup Agar Tidak Korupsi, Netizen: Kekayaan Bukan Jaminan!

Pendidikan agama Gus Miftah tak hanya diperoleh dari pesantren lokal, ia juga memperdalam ilmunya di berbagai lembaga keagamaan internasional.

Ini memberikan perspektif global terhadap cara ia melihat Islam sebagai agama yang penuh dengan nilai-nilai perdamaian dan toleransi.

Karir Dakwah dan Popularitas

Gus Miftah mulai dikenal di kalangan masyarakat luas berkat dakwahnya yang sering kali dilakukan di tempat-tempat tidak biasa, seperti tempat hiburan malam dan lokalisasi.

Keberaniannya untuk terjun langsung ke "tempat-tempat gelap" ini membuatnya menuai pujian sekaligus kritik.

Namun, Gus Miftah selalu menegaskan bahwa dakwahnya bertujuan untuk merangkul mereka yang sering kali dijauhi oleh masyarakat.

Ceramah-ceramahnya banyak beredar di media sosial dan seringkali membahas topik-topik yang jarang disentuh oleh para kiai lainnya, seperti toleransi antar umat beragama, pluralisme, dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Sikapnya yang inklusif dan pandangannya yang moderat membuatnya semakin diterima di kalangan masyarakat luas, baik di kalangan Muslim maupun non-Muslim.

Pandangan dan Pengaruhnya dalam Konteks Kebangsaan

Gus Miftah adalah salah satu ulama yang percaya bahwa agama seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok pemisah, antar golongan.

Dalam berbagai ceramahnya, ia sering menekankan pentingnya persatuan dan toleransi di tengah-tengah keberagaman Indonesia.

Baginya, umat Islam harus menjadi contoh dalam menjaga harmoni dan kedamaian di masyarakat.

Selain itu, Gus Miftah juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, baik itu di lingkungan pesantren maupun di luar pesantren.

Ia aktif dalam kampanye perdamaian, pengentasan kemiskinan, dan pendidikan bagi kaum marginal.

Baca Juga: Gus Miftah Di Ponpes Al Mizan: Hati-hati Terpapar Paham Radikalisme

Sosoknya yang sederhana, namun tegas dalam menyuarakan kebenaran, menjadikannya panutan bagi banyak kalangan, terutama generasi muda.

Gus Miftah adalah contoh kiai muda yang mampu menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan sosial yang lebih luas.

Pertemuannya dengan Presiden Jokowi hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang menunjukkan pengaruhnya dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

Melalui pendekatan dakwah yang inklusif dan penuh toleransi, Gus Miftah berhasil menjadi salah satu figur ulama yang membawa pesan Islam yang damai dan menyatukan di tengah kompleksitas masyarakat modern.

Pertemuan dengan Presiden Joko Widodo menambah daya tariknya sebagai salah satu tokoh agama yang tidak hanya berpengaruh di kalangan umat Islam, tetapi juga di tingkat nasional. Pandangan-pandangan progresifnya terus menjadi inspirasi bagi banyak orang di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.