AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang tidak hanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi juga oleh para nabi terdahulu.
Salah satu nabi yang dikenal menjalankan puasa dengan tekun adalah Nabi Idris AS. Nabi Idris terkenal dengan kesalehannya serta dedikasinya dalam beribadah kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah yang sering beliau lakukan adalah puasa. Namun, bagaimana hukum puasa Nabi Idris, niatnya, dan tata cara melaksanakannya?
Hukum Puasa Nabi Idris
Dalam syariat Islam, tidak ada ketentuan wajib mengenai puasa khusus Nabi Idris, karena puasa yang diwajibkan bagi umat Islam adalah puasa Ramadhan, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183.
Meski demikian, puasa yang dilakukan Nabi Idris AS bisa dikategorikan sebagai puasa sunnah. Berdasarkan riwayat yang ada, Nabi Idris dikenal sering berpuasa sepanjang waktu, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya.
Puasa yang sering beliau lakukan adalah puasa sunnah yang serupa dengan puasa Daud, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak.
Baca Juga: Listy Chan Mualaf dan Diposting di Sosial Media, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Hal ini menunjukkan betapa tekunnya Nabi Idris dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai bentuk ibadah, termasuk puasa.
Niat Puasa Nabi Idris
Sebagaimana dalam semua ibadah puasa, niat merupakan salah satu syarat sahnya puasa. Niat dilakukan di malam hari sebelum fajar terbit.
Dalam puasa sunnah, termasuk puasa yang mengikuti Nabi Idris, niat dapat dilakukan baik dalam hati maupun diucapkan secara lisan. Berikut ini adalah contoh niat yang bisa digunakan:
"Nawaitu shauma ghadin sunnatan lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah esok hari karena Allah Ta’ala."
Niat ini bisa diucapkan sebelum waktu subuh atau setelah shalat isya, sesuai dengan anjuran dalam puasa sunnah.
Tata Cara Puasa Nabi Idris
Tata cara melaksanakan puasa Nabi Idris tidak jauh berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Berikut ini langkah-langkah yang bisa diikuti:
Niat di malam hari
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, niat harus dilakukan sebelum terbitnya fajar. Dalam puasa sunnah, niat dapat dilakukan di dalam hati atau diucapkan secara lisan.
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
Selama berpuasa, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Selain itu, menjaga akhlak serta menghindari perkataan dan perbuatan yang buruk juga menjadi bagian penting dari puasa ini.
Berbuka pada waktu maghrib
Puasa Nabi Idris berakhir pada saat terbenamnya matahari, sama seperti puasa-puasa lainnya dalam Islam. Berbuka dilakukan dengan makanan atau minuman yang halal dan baik.
Baca Juga: Listy Chan Mualaf, Bersyahadat saat Perayaan Maulid Nabi
Melaksanakan ibadah tambahan
Dalam menjalankan puasa Nabi Idris, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah lainnya seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta shalat-shalat sunnah.
Puasa Nabi Idris adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang dapat diambil pelajarannya oleh umat Islam.
Meskipun tidak ada kewajiban untuk menjalankannya, puasa sunnah ini menjadi cara bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani kesalehan Nabi Idris AS.
Seperti halnya puasa sunnah lainnya, niat yang tulus, menjaga adab, serta memperbanyak ibadah adalah kunci dari kesempurnaan ibadah ini.
Mencontoh ketekunan Nabi Idris dalam berpuasa dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.