Akurat

Puasa Sunah Bulan Rajab Selama Berapa Hari? Ini Puasa Sunah Selain Rajab yang Bisa Anda Lakukan Setiap Bulan

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Januari 2025, 09:00 WIB
Puasa Sunah Bulan Rajab Selama Berapa Hari? Ini Puasa Sunah Selain Rajab yang Bisa Anda Lakukan Setiap Bulan

AKURAT.CO Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Bulan ini termasuk ke dalam empat bulan haram yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an. Dalam surah At-Taubah ayat 36, Allah berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Keutamaan bulan Rajab mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya adalah puasa sunah.

Meski demikian, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan puasa di bulan Rajab atau menentukan jumlah hari tertentu untuk berpuasa.

Rasulullah SAW tidak mengkhususkan puasa di bulan ini, namun beliau menganjurkan memperbanyak amal saleh secara umum.

Dari Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Baca Juga: Puasa Bulan Rajab, Apakah Boleh Melaksanakannya di Hari Ketiga atau Keempat?

Rasulullah SAW menjawab, “Bulan itu adalah bulan yang dilupakan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan. Bulan tersebut adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan semesta alam, maka aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).

Hadis ini menunjukkan bahwa meskipun Rajab adalah bulan mulia, tidak ada tuntutan khusus untuk berpuasa penuh di dalamnya. Umat Islam bebas berpuasa sunah sesuai kemampuan, baik di Rajab maupun di bulan lainnya.

Selain puasa di bulan Rajab, ada beberapa puasa sunah yang bisa dilakukan secara rutin setiap bulan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Senin dan Kamis.

Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Maka aku suka jika amal perbuatanku diperlihatkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Selain itu, puasa Ayyamul Bidh juga dianjurkan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Puasa ini ringan namun memiliki keutamaan besar di sisi Allah.

Bagi yang mampu, puasa Daud adalah pilihan terbaik. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Daud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa ini mencerminkan keseimbangan dalam ibadah dan menunjukkan kesungguhan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga: Kenapa Dinamakan Bulan Rajab? Begini Asal-usul Sejarahnya!

Kesimpulannya, puasa di bulan Rajab dapat dilakukan sesuai kemampuan tanpa ada kewajiban tertentu. Selain itu, puasa sunah rutin seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Daud adalah peluang besar untuk meraih keutamaan di sisi Allah.

Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam beribadah, dengan sabdanya, “Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita semua dimudahkan untuk terus istiqamah dalam amal kebaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.