AKURAT.CO Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan kelahiran Nabi yang sering dirayakan oleh umat Islam sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Rasulullah.
Perayaan ini memiliki banyak hikmah dan manfaat bagi kehidupan umat Muslim, meskipun ada perbedaan pandangan dalam pelaksanaannya.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dianjurkan, beserta dalil-dalil yang mendukungnya.
1. Menunjukkan Cinta kepada Rasulullah SAW
Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk ekspresi kecintaan kita kepada Nabi. Dalam Islam, mencintai Rasulullah merupakan perintah yang sangat dianjurkan, bahkan menjadi bagian dari iman.
Dalil mengenai pentingnya mencintai Nabi dapat ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadis.
Baca Juga: Maulid Nabi Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 6:
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ
(An-Nabiyyu awlā bil-mu’minīna min anfusihim)
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ahzab: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW harus lebih diutamakan daripada diri kita sendiri. Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Islam mengingat jasa-jasa Nabi, mempelajari keteladanannya, dan memperkuat rasa cinta kepada beliau.
2. Bersyukur atas Rahmat diutusnya Nabi Muhammad SAW
Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia. Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk bersyukur atas nikmat dan rahmat yang diberikan oleh Allah, termasuk diutusnya Nabi sebagai pembawa risalah Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
(Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-'ālamīn)
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107)
Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Islam diingatkan kembali akan betapa besarnya rahmat yang diberikan Allah melalui diutusnya Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk syukur yang diwujudkan melalui peringatan dan pembacaan sejarah hidup beliau.
3. Meneladani Kecintaan Para Sahabat dan Ulama
Para sahabat Nabi, tabi'in, dan para ulama terdahulu sangat mencintai dan memuliakan Rasulullah SAW. Bahkan setelah Nabi wafat, mereka selalu mengingat perjuangan dan ajaran beliau.
Ulama seperti Al-Hafidz As-Suyuti, Imam Al-Baihaqi, dan lainnya, menuliskan tentang keutamaan merayakan Maulid Nabi sebagai wujud kecintaan kepada Nabi.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
مَن أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الجَنَّةِ
(Man aḥabbanī kāna ma‘ī fī al-jannah)
"Barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga." (HR. Bukhari)
Hadis ini menekankan pentingnya kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan salah satu cara mengekspresikan cinta tersebut adalah dengan memperingati momen kelahiran beliau.
4. Mengingat Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Perayaan Maulid juga merupakan kesempatan untuk mengingat dan menghayati kembali keteladanan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah adalah uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi seluruh umat Islam.
Dengan memperingati Maulid, umat Islam diingatkan untuk terus mengikuti jejak beliau dalam segala aspek kehidupan.
Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Tak Ada Perayaan Resmi Maulid Nabi Muhammad di Saudi
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
(Laqad kāna lakum fī rasūlillāhi uswatun ḥasanah)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Muslim diingatkan untuk terus belajar dari akhlak dan perilaku Rasulullah, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Dalam perayaan ini, umat Islam berkumpul, saling mengingatkan, dan berbagi kebahagiaan dalam suasana islami.
Ini sesuai dengan ajaran Islam untuk menjaga tali persaudaraan dan kerukunan di antara sesama Muslim.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
(Innamā al-mu’minūna ikhwatun)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Muslim dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan rasa saling peduli, dan membangun kebersamaan dalam menjalankan ajaran Islam.
Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah.
Dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis, kita dapat memahami bahwa perayaan ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam, meskipun pelaksanaannya mungkin berbeda-beda di berbagai tempat.
Yang terpenting adalah niat untuk mencintai Nabi, bersyukur atas rahmat Allah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.