AKURAT.CO Dalam kehidupan masyarakat yang plural, penting bagi umat Islam untuk memahami prinsip-prinsip agama dalam konteks toleransi beragama.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah seorang Muslim boleh mendengarkan pembacaan kitab Injil, kitab suci agama Kristen?
Bagaimana hukum mendengarkan bacaan kitab agama lain perspektif hukum Islam dan bagaimana hal ini berhubungan dengan nilai-nilai toleransi?
Dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang Toleransi Beragama
Islam menekankan pentingnya toleransi dan hidup berdampingan secara damai dengan umat beragama lainnya. Salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang sering dikutip dalam konteks toleransi adalah firman Allah dalam surah Al-Kafirun:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku."
(QS. Al-Kafirun: 6)
Baca Juga: Tangan Nasaruddin Umar Dicium Paus Fransiskus, Siapa Sosok Imam Besar Masjid Istiqlal Itu?
Ayat ini menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk memilih dan menjalankan keyakinannya sendiri, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.
Dalam konteks ini, Islam mengakui keberadaan agama-agama lain dan menyerukan toleransi di antara umat beragama.
Selain itu, dalam surah Al-Baqarah, Allah berfirman:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam)."
(QS. Al-Baqarah: 256)
Ayat ini secara eksplisit melarang paksaan dalam urusan agama. Setiap individu diberikan kebebasan untuk meyakini apa yang menurut mereka benar.
Mendengarkan Pembacaan Kitab Injil dalam Perspektif Islam
Mendengarkan pembacaan Injil, atau kitab suci lainnya, dalam konteks pembelajaran atau dialog antaragama bukanlah sesuatu yang diharamkan dalam Islam, selama tidak ada unsur keyakinan terhadap isi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid.
Beberapa ulama membolehkan umat Islam mendengarkan Injil atau kitab-kitab lainnya dalam rangka memahami ajaran agama lain dan membangun hubungan yang lebih baik dengan komunitas lain.
Hal ini juga didasarkan pada riwayat dari zaman Nabi Muhammad SAW. Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan bagaimana Nabi berinteraksi dengan kaum Yahudi dan Nasrani di Madinah.
Salah satu contoh adalah Nabi Muhammad SAW menerima delegasi Kristen Najran di Masjid Nabawi dan mengizinkan mereka berdoa di dalam masjid.
Ini adalah salah satu bentuk toleransi yang ditunjukkan oleh Rasulullah dalam membina hubungan antarumat beragama.
Nilai Toleransi dalam Mendengarkan Kitab Suci Agama Lain
Islam sangat menghargai kebebasan beragama dan menekankan pentingnya toleransi.
Mendengarkan kitab Injil dalam suasana yang penuh penghormatan terhadap keyakinan masing-masing merupakan bagian dari toleransi yang diajarkan oleh Islam.
Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya sikap moderat dalam beragama dan tidak mengisolasi diri dari komunitas lain.
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Laras Gartiana, TikToker dan Sahabat Noe Row Dituding Jadi Selingkuhan, Apa Hukum Selingkuh menurut Islam?
Hadis ini menunjukkan pentingnya hubungan baik antar sesama manusia, termasuk dengan mereka yang berbeda agama.
Dalam pandangan Islam, mendengarkan pembacaan kitab Injil tidak dilarang, selama tidak ada niat untuk menerima atau meyakini ajaran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Hal ini bisa menjadi bagian dari upaya untuk memahami agama lain dan membangun toleransi. Islam mengajarkan sikap terbuka dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain, selama tidak mengorbankan akidah dan prinsip-prinsip dasar tauhid.
Toleransi beragama adalah salah satu aspek penting yang diajarkan dalam Islam, dan mendengarkan pembacaan kitab suci agama lain bisa menjadi salah satu cara untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.