Islam dan Fenomena Alam
Islam memandang setiap fenomena alam sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Gempa bumi, banjir, angin kencang, atau bencana alam lainnya bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan, melainkan sebagai bentuk kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4).
Baca Juga: Laras Gartiana, TikToker dan Sahabat Noe Row Dituding Jadi Selingkuhan, Apa Hukum Selingkuh menurut Islam?
Ayat ini mengingatkan manusia bahwa Allah yang mengatur segala sesuatu di langit dan bumi, termasuk terjadinya gempa atau bencana alam lainnya.
Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah dalam menghadapi segala peristiwa alam.
Bencana Sebagai Ujian dan Peringatan
Islam mengajarkan bahwa bencana alam dapat menjadi bentuk ujian dan peringatan bagi manusia.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menyebutkan bahwa manusia akan diuji dengan berbagai macam cobaan, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Ayat ini menunjukkan bahwa cobaan berupa bencana adalah bagian dari ujian hidup manusia. Bencana seperti gempa megathrust adalah bentuk peringatan Allah agar manusia merenung, kembali kepada-Nya, dan memperbaiki perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran-Nya.
Sikap Muslim dalam Menghadapi Bencana
Islam menganjurkan agar umat Muslim bersabar dan bertawakkal (berserah diri) kepada Allah saat menghadapi musibah. Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkara orang beriman, semua perkaranya baik baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa dalam situasi apapun, baik dalam keadaan senang maupun susah, seorang Muslim harus bersikap positif. Dalam menghadapi bencana, sikap sabar dan tawakkal kepada Allah adalah kunci.
Tindakan Nyata: Doa dan Ikhtiar
Selain bersabar, Islam juga menganjurkan untuk selalu berdoa memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan ketika menghadapi musibah adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit yang buruk, kegilaan, kusta, dan penyakit yang buruk.” (HR. Abu Dawud).
Selain berdoa, Islam juga menganjurkan umatnya untuk berikhtiar (berusaha) dalam menghadapi potensi bencana.
Misalnya, dengan meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana, memperkuat bangunan, atau mengikuti langkah-langkah yang disarankan oleh para ahli dalam rangka meminimalkan dampak bencana.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Anak Presiden Gunakan Jet Pribadi, Bagaimana Seharusnya Sifat Anak Pemimpin menurut Islam?
Gempa megathrust yang disebut mengkhawatirkan bukan hanya menjadi isu ilmiah, tetapi juga dapat dilihat dari perspektif agama.
Islam mengajarkan bahwa fenomena alam seperti gempa adalah bagian dari kekuasaan Allah dan merupakan ujian bagi manusia.
Umat Muslim diingatkan untuk selalu bersabar, bertawakkal, berdoa, dan berikhtiar dalam menghadapi segala bentuk musibah, termasuk bencana alam.
Melalui pendekatan spiritual dan praktis ini, umat Islam dapat menghadapi setiap ujian dengan lebih tenang dan penuh keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.