Rebo Wekasan Adalah? Ini Respons Hadis Nabi terhadap Mitos-mitos Rebo Wekasan!

AKURAT.CO Rebo Wekasan, atau sering juga disebut Rebo Pungkasan, merupakan tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Tradisi ini dikenal di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jawa, dan sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos mengenai hari tersebut sebagai waktu yang penuh dengan kesialan dan musibah.
Masyarakat yang masih menjalankan tradisi ini biasanya melakukan berbagai ritual dengan harapan untuk menolak bala dan mendatangkan keselamatan.
Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang tradisi ini? Apakah ada dasar yang kuat dalam ajaran Islam mengenai kepercayaan ini?
Baca Juga: Contoh Ceramah Singkat untuk Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Tradisi Rebo Wekasan dipercaya sudah ada sejak lama di Nusantara. Masyarakat dahulu meyakini bahwa hari Rabu terakhir di bulan Safar merupakan hari di mana berbagai macam musibah dan bencana diturunkan.
Oleh karena itu, mereka melaksanakan berbagai macam ritual sebagai upaya untuk menolak bala dan memohon keselamatan.
Beberapa ritual yang biasa dilakukan antara lain adalah mandi besar, membaca doa-doa khusus, atau bahkan melakukan sedekah dengan harapan dapat menolak bala.
Di beberapa daerah, ada juga yang melakukan tradisi tabur bunga di sungai atau laut sebagai simbol membersihkan diri dari kesialan.
Dalam Islam, tidak ada ketetapan yang menyebutkan bahwa hari Rabu terakhir di bulan Safar adalah hari yang penuh dengan kesialan atau musibah.
Nabi Muhammad SAW sendiri dalam berbagai hadis telah menegaskan bahwa hari-hari yang ada di dalam Islam semuanya baik, dan tidak ada satu hari pun yang secara khusus ditetapkan sebagai hari kesialan.
Salah satu hadis yang sering dikutip terkait hal ini adalah:
“Tidak ada wabah penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada nasib sial, tidak ada burung pembawa sial, dan tidak ada bulan Safar yang membawa kesialan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini dengan tegas menolak adanya keyakinan bahwa bulan Safar, atau hari-hari tertentu di dalamnya, bisa membawa kesialan.
Baca Juga: Contoh 5 Susunan Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa semua peristiwa yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT dan bukan karena hari atau bulan tertentu.
Tradisi Rebo Wekasan yang berkembang di masyarakat mungkin lebih bersifat budaya daripada ajaran agama.
Meskipun niatnya adalah untuk memohon keselamatan, penting bagi umat Islam untuk merujuk kepada ajaran yang benar dan bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis.
Islam tidak mengajarkan untuk meyakini bahwa hari tertentu membawa kesialan, melainkan menganjurkan kita untuk senantiasa bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Sebagai umat Islam, penting untuk selalu mengecek kembali tradisi yang kita lakukan dengan dasar-dasar yang ada dalam ajaran agama.
Dengan demikian, kita dapat memurnikan ibadah dan kepercayaan kita, serta menjauhi hal-hal yang tidak memiliki dasar dalam Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









