Akurat

Tiga Kebohongan yang Diperbolehkan dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 2 September 2024, 06:00 WIB
Tiga Kebohongan yang Diperbolehkan dalam Islam

AKURAT.CO Islam secara umum mengajarkan agar umatnya senantiasa berkata jujur dan menghindari kebohongan.

Namun, dalam kondisi tertentu, Islam memberikan pengecualian di mana kebohongan diperbolehkan demi mencapai tujuan yang lebih baik dan menghindari kerusakan yang lebih besar.

Berikut adalah tiga situasi di mana kebohongan diperbolehkan dalam Islam beserta dalil-dalilnya.

1. Kebohongan dalam Perang

Dalam situasi perang, strategi dan taktik sering kali membutuhkan penyamaran dan tipu muslihat untuk melindungi pasukan dan mencapai kemenangan. Islam membolehkan kebohongan dalam konteks ini untuk melindungi umat dari bahaya yang lebih besar.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "الحرب خدعة"

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Perang adalah tipu daya.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: 7 Sumber Rezeki dalam Islam

Hadis ini menegaskan bahwa dalam kondisi perang, muslihat termasuk kebohongan diperbolehkan untuk mencapai tujuan yang sah dalam mempertahankan diri atau membela agama.

2. Kebohongan untuk Mendamaikan Orang yang Bertikai

Ketika dua orang atau kelompok berselisih, upaya mendamaikan mereka adalah amal yang sangat mulia. Dalam proses ini, diperbolehkan untuk menyampaikan informasi yang sedikit tidak benar jika hal tersebut dapat memperbaiki hubungan yang rusak.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "ليس الكذاب الذي يصلح بين الناس فينمي خيراً أو يقول خيراً"

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan manusia, lalu ia menebarkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kebohongan yang bertujuan untuk mendamaikan sesama manusia bukanlah kebohongan yang tercela.

3. Kebohongan Suami kepada Istri atau Sebaliknya untuk Keharmonisan Rumah Tangga

Dalam kehidupan rumah tangga, kebohongan kecil yang dilakukan oleh suami atau istri dengan tujuan menjaga keharmonisan atau menghindari perpecahan diperbolehkan.

Misalnya, ketika suami memuji masakan istrinya meskipun sebenarnya kurang sesuai dengan seleranya, atau sebaliknya.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "لا يحل الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها، والكذب في الحرب، والكذب ليصلح بين الناس"

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidak diperbolehkan berbohong kecuali dalam tiga hal: seorang suami yang berbohong kepada istrinya untuk menyenangkannya, kebohongan dalam perang, dan kebohongan untuk mendamaikan antara manusia.'" (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Viral di Medsos Anak Kecil Lamaran, Bagaimana Hukum Menjodohkan Anak dalam Islam?

Hadis ini memberikan kelonggaran bagi pasangan suami istri untuk berbohong demi menjaga keharmonisan rumah tangga.

Islam menganjurkan umatnya untuk selalu berkata jujur dan menghindari kebohongan. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam membolehkan kebohongan jika dilakukan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar atau menghindari kerusakan.

Kebohongan yang diperbolehkan ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh disalahgunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.