Akurat

Jatuh Pada 4 September, Ketahui Makna-makna Tradisi Rebo Wekasan

Shalli Syartiqa | 28 Agustus 2024, 19:36 WIB
Jatuh Pada 4 September, Ketahui Makna-makna Tradisi Rebo Wekasan

AKURAT.CO Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilestarikan di Indonesia.

Tradisi Rebo Wekasan dirayakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah.

Pada tahun 2024, Rebo Wekasan jatuh pada 4 September 2024, bertepatan dengan 29 Safar 1446 Hijriah.

Istilah "Rebo Wekasan" berasal dari kata "Rebo" yang berarti hari Rabu dan "wekasan" yang berarti akhir.

Beberapa ulama seperti yang dijelaskan dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah, menyatakan bahwa pada bulan Safar, Allah SWT menurunkan lebih dari 500 jenis penyakit.

Pada hari Rebo Wekasan, umat Islam di Indonesia menjalankan berbagai ritual, seperti mandi sesuai tradisi Wali Songo, melaksanakan salat berjamaah empat rakaat dengan doa khusus, bersilaturahmi, dan bersedekah.

Baca Juga: Tambahan PPN DTP Permudah Masyarakat Dapatkan Rumah

Tradisi ini bertujuan sebagai upaya tolak bala atau menangkal marabahaya.

Selain itu, terdapat beberapa makna tradisi Rebo Wekasan yang telah dikutip dari berbagai sumber, Rabu (28/8/2024).

Makna Tradisi Rebo Wekasan

1. Menghindari musibah

Inti dari peringatan Rebo Wekasan adalah upaya untuk menjauhkan diri dari berbagai musibah yang mungkin terjadi.

Dengan meningkatkan doa, ibadah, dan melakukan amalan baik, diharapkan bisa terlindungi dari segala bentuk marabahaya.

 

 

2. Introspeksi diri

Rebo Wekasan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk introspeksi diri, merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Menguatkan silaturahmi

Selain itu, Rebo Wekasan juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi.

Berkumpul dengan keluarga dan kerabat diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dan menciptakan keharmonisan.

Selain sebagai langkah untuk menolak bala, Rebo Wekasan juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.