Akurat

Kenapa Islam Melarang Sumpah Pocong?

Fajar Rizky Ramadhan | 7 Agustus 2024, 11:00 WIB
Kenapa Islam Melarang Sumpah Pocong?

AKURAT.CO Sumpah pocong adalah praktik di masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap makhluk halus dan sering dianggap sebagai cara untuk menegakkan kebenaran atau mendapatkan keadilan.

Namun, dalam perspektif Islam, praktik ini dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama.

Berikut adalah penjelasan tentang mengapa Islam melarang sumpah pocong, disertai dengan dalil-dalil yang sahih.

1. Larangan Menggunakan Jasa Makhluk Halus

Dalam Islam, berinteraksi dengan makhluk halus atau menggunakan metode yang melibatkan mereka, seperti sumpah pocong, adalah sesuatu yang dilarang. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا قَالَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

"Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Muslim)

Baca Juga: Ayah Sammy Simorangkir Meninggal, Ini Doa Umat Islam untuk Non-Muslim yang Meninggal Dunia

Hadis ini menunjukkan bahwa mempercayai atau terlibat dalam praktik yang melibatkan hal-hal gaib atau makhluk halus bertentangan dengan ajaran Islam.

2. Sumpah sebagai Sarana Penegakan Kebenaran

Islam mengajarkan bahwa sumpah harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Sumpah dalam Islam hanya diizinkan dalam konteks yang sahih dan harus dilakukan dengan nama Allah SWT. Allah SWT berfirman:

وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ

"Dan peliharalah sumpah-sumpahmu." (Q.S. Al-Ma'idah: 89)

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga dan menghormati sumpah, namun sumpah harus dilakukan dengan cara yang benar, bukan dengan melibatkan unsur gaib atau praktik yang tidak diakui dalam Islam.

3. Larangan Terhadap Amalan Bid’ah

Praktik sumpah pocong juga dianggap sebagai bid’ah (inovasi dalam agama) yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

"Setiap bid’ah adalah kesesatan." (HR. Muslim)

Dalam konteks ini, sumpah pocong merupakan bentuk bid’ah karena tidak ada dasar syariat dalam Islam yang mendukung praktik tersebut.

4. Pentingnya Berpegang pada Ajaran Islam

Islam mendorong umatnya untuk berpegang pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah sebagai panduan hidup. Praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ajaran ini dapat menyebabkan penyimpangan dari prinsip-prinsip agama. Allah SWT berfirman:

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bandung Resmi Dilantik, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan oleh Pemimpin dalam Islam

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka jauhilah." (Q.S. Al-Hashr: 7)

Dengan demikian, penting untuk mengikuti ajaran yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW dan menjauhi praktik-praktik yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

Sumpah pocong dilarang dalam Islam karena melibatkan unsur gaib yang tidak sesuai dengan ajaran agama, dianggap sebagai bid’ah, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat yang mendorong umat untuk berpegang pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.

Penting bagi umat Islam untuk menjauhkan diri dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan tetap berpegang pada ajaran yang sahih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.