Akurat

Ramai Prediksi Waktu Kiamat, Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim?

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Agustus 2024, 09:30 WIB
Ramai Prediksi Waktu Kiamat, Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim?

AKURAT.CO Belakangan ini, banyak berita dan prediksi mengenai waktu kiamat yang sering muncul, sering kali menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Sebagai seorang Muslim, bagaimana seharusnya kita bersikap menghadapi isu-isu semacam ini?

Berikut langkah-langkah yang harus diambil oleh seorang Muslim dengan merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis.

1. Keyakinan bahwa Kiamat adalah Urusan Allah

Dalam Islam, keyakinan bahwa waktu kiamat adalah urusan Allah semata merupakan dasar dari iman kita. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

"إنما علمها عند ربي"

"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya ada di sisi Tuhanku." (Al-A'raf: 187)

Ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan hari kiamat akan datang. Tidak ada seorang pun yang bisa memastikan waktunya.

Baca Juga: Viral Video Syur Diduga Audrey Davis, Ini Hukum Menyebarkan Video Porno Menurut Islam

2. Menjaga Ketakwaan dan Amal Saleh

Daripada memikirkan kapan kiamat akan datang, lebih baik seorang Muslim fokus pada amal saleh dan ketakwaan. Rasulullah SAW bersabda:

"إذا قامت الساعة وفي يد أحدكم فسيلة، فإن استطاع أن لا يقوم حتى يغرسها فليغرسها."

"Jika kiamat telah terjadi dan di tangan salah seorang dari kalian ada benih pohon kurma, maka jika ia mampu untuk menanamnya sebelum kiamat terjadi, maka tanamlah." (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kita untuk tetap beramal baik dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, terlepas dari kapan kiamat akan datang.

3. Menghindari Berita yang Tidak Jelas

Sering kali, prediksi tentang kiamat berasal dari sumber yang tidak jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis:"

من يَحْدِثُ عني بحديث يرى أنه كذب فهو أحد الكاذبين.

"Barang siapa yang meriwayatkan dariku sebuah hadis yang ia anggap sebagai kebohongan, maka ia adalah salah satu dari orang-orang yang berdusta."(HR. Muslim)

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan memverifikasi informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan perkara-perkara besar seperti kiamat.

4. Berdoa dan Memperbanyak Ibadah

Seorang Muslim hendaknya memperbanyak doa dan ibadah sebagai persiapan menghadapi hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

"قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ"

"Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub, dan keturunan mereka, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorang pun di antara mereka, dan kami hanya menyerahkan diri kepada-Nya." (Al-Baqarah: 136).

Baca Juga: 3 Fakta Vladimir Putin Sangat Menghargai dan Menghormati Islam

Prediksi mengenai waktu kiamat sebaiknya tidak menjadi fokus utama kita sebagai umat Muslim.

Yang lebih penting adalah menjalankan ajaran agama dengan baik, beramal saleh, serta memperkuat iman dan takwa.

Dengan begitu, kita akan siap menghadapi segala sesuatu yang akan datang dengan penuh keimanan dan ketenangan hati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.