AKURAT.CO Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam, memiliki makna dan keutamaan yang sangat penting bagi umat Islam.
Nama "Asyura" berasal dari kata "asyarah" yang berarti "sepuluh" dalam bahasa Arab, merujuk pada tanggal tersebut.
Hari ini diakui oleh umat Islam karena berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari tersebut serta anjuran Nabi Muhammad SAW untuk berpuasa.
Keutamaan Hari Asyura
1. Puasa pada Hari Asyura
Salah satu keutamaan terbesar Hari Asyura adalah anjuran untuk berpuasa. Puasa pada hari ini dianggap dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.
Baca Juga: Selesai Ibadah Haji, 182 Ribu Lebih Jemaah Tiba di Tanah Air
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، كُلُّهُمْ عَنْ حَمَّادٍ، قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ غَيْلَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزُّمُّرِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ " يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ "
Artinya: “Puasa Asyura itu menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
2. Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS
Dalam riwayat lain, dikisahkan bahwa pada Hari Asyura, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Oleh karena itu, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pun mengikuti tradisi ini dan menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari tersebut. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بَشِيرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ " مَا هَذَا " . قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى . قَالَ " فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ " فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya: “Nabi SAW tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Ada apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari yang baik; ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari ini.’ Nabi SAW bersabda, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Pesta Perceraian, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Hari Asyura adalah hari yang sangat istimewa dalam kalender Islam, dengan keutamaan yang luar biasa bagi umat yang melaksanakannya.
Puasa pada hari ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai refleksi sejarah panjang perjuangan para nabi dan umat mereka dalam mencapai keselamatan dan ridha Allah.
Semoga dengan memahami dan melaksanakan anjuran puasa pada Hari Asyura, kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.