AKURAT.CO Masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, memiliki berbagai kepercayaan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satunya adalah kepercayaan mengenai weton dan malam 1 Suro. Weton adalah kombinasi antara hari dalam kalender Jawa dan hari dalam kalender pasaran, yang diyakini dapat mempengaruhi nasib seseorang.
Malam 1 Suro sendiri dianggap sebagai malam yang sakral dan penuh mistis, sehingga banyak yang meyakini adanya larangan keluar rumah pada malam tersebut.
Keyakinan Tradisional tentang Weton dan Malam 1 Suro
Dalam tradisi Jawa, malam 1 Suro (yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriyah) dianggap sebagai malam yang penuh dengan kekuatan gaib.
Baca Juga: Malam 1 Muharram Baca Apa? Ini Penjelasan Sesuai Hadits Nabi
Banyak orang percaya bahwa keluar rumah pada malam tersebut dapat membawa sial atau bahaya.
Keyakinan ini sering dikaitkan dengan weton seseorang, yang diyakini memiliki pengaruh terhadap nasib dan peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.
Perspektif Hadits
Islam mengajarkan bahwa nasib dan kejadian dalam hidup manusia sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
Tidak ada hari, tanggal, atau waktu tertentu yang memiliki kekuatan gaib atau dapat mempengaruhi nasib seseorang tanpa izin Allah.
Berikut adalah beberapa hadits yang relevan untuk membantah keyakinan tersebut:
-
Hadits tentang Tathayyur (Takhayul atau Kesesatan dalam Keyakinan)
رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "لا عدوى ولا طيرة، ويعجبني الفأل." قالوا: "وما الفأل؟" قال: "الكلمة الطيبة."
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penularan penyakit tanpa izin Allah dan tidak ada kesialan karena burung. Saya suka al-fa’l." Mereka bertanya: "Apa itu al-fa’l?" Beliau menjawab: "Kata-kata yang baik." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang disebabkan oleh hal-hal tertentu, termasuk waktu atau hari tertentu. Keyakinan seperti itu adalah bentuk takhayul yang tidak sejalan dengan ajaran Islam.
-
Hadits tentang Larangan Syirik dalam Keyakinan
رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "من تعلق شيئا وكل إليه."
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (untuk keberuntungan atau perlindungan), maka dia akan diserahkan kepadanya." (HR. Tirmidzi)
Hadits ini mengingatkan kita bahwa menggantungkan nasib pada sesuatu selain Allah SWT adalah bentuk syirik kecil yang dapat menyesatkan iman.
Baca Juga: Arti Malam Satu Suro bagi Umat Islam
Berdasarkan hadits-hadits di atas, jelas bahwa keyakinan tentang weton dan malam 1 Suro tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Islam menekankan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT dan tidak ada kekuatan gaib pada waktu atau hari tertentu yang dapat mempengaruhi nasib manusia.
Keyakinan seperti ini adalah bentuk takhayul dan syirik yang harus dihindari oleh umat Muslim.
Kepercayaan tradisional tentang weton dan larangan keluar rumah pada malam 1 Suro adalah bentuk kesesatan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Perspektif hadits menunjukkan bahwa tidak ada hari atau waktu tertentu yang memiliki kekuatan gaib untuk mempengaruhi nasib seseorang.
Sebagai umat Muslim, kita harus menjauhi keyakinan takhayul dan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam segala hal.
Dengan memahami ajaran Islam yang benar, kita dapat menjaga kemurnian iman dan menghindari kesesatan dalam keyakinan.