Akurat

Kisah: Kondisi Kesehatan Rasulullah Sepulang Haji Wada Menurun, Hingga Akhirnya Wafat

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Juni 2024, 10:05 WIB
Kisah: Kondisi Kesehatan Rasulullah Sepulang Haji Wada Menurun, Hingga Akhirnya Wafat

AKURAT.CO Haji Wada merupakan haji terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriah.

Momen ini menjadi sangat penting karena di dalamnya terdapat khutbah yang dikenal sebagai "Khutbah Perpisahan" di mana Rasulullah menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada umat Islam.

Namun, setelah kembali dari perjalanan haji tersebut, kondisi kesehatan Rasulullah mulai menurun.

Berikut adalah kisah mengenai penurunan kondisi kesehatan Rasulullah sepulang dari Haji Wada.

Haji Wada: Perjalanan Terakhir

Haji Wada adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat bermakna bagi Rasulullah dan umat Islam. Dalam khutbah perpisahannya, Rasulullah menyampaikan pesan-pesan penting yang menjadi pedoman hidup umat Islam hingga saat ini. Beliau menekankan pentingnya persatuan umat, keadilan sosial, dan hak-hak asasi manusia.

Baca Juga: 6 Cara Islami Mengantisipasi Keluarga Terjerat atau Kecanduan Judi Online

Sepulang dari Haji Wada, Rasulullah kembali ke Madinah dengan kondisi yang tampak sehat. Namun, tak lama setelah tiba di Madinah, tanda-tanda penurunan kesehatan mulai terlihat.

Awal Mula Penurunan Kesehatan

Kesehatan Rasulullah mulai menurun pada bulan Safar tahun 11 Hijriah. Awalnya, beliau mengalami demam yang tidak kunjung sembuh. Meskipun demikian, Rasulullah tetap menjalankan tugas-tugas kenabiannya, memberikan bimbingan dan petunjuk kepada para sahabatnya.

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Meskipun kondisinya semakin lemah, beliau tetap berusaha untuk menjaga hubungan dengan para sahabatnya dan memberikan nasehat serta arahan yang penting bagi keberlangsungan umat Islam.

Hari-Hari Terakhir

Pada bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, kondisi kesehatan Rasulullah semakin memburuk. Beliau menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, ditemani oleh istri-istri dan para sahabat dekat. Dalam kondisi yang semakin lemah, Rasulullah tetap memikirkan umatnya. Salah satu pesan terakhirnya adalah agar umat Islam tetap berpegang teguh pada ajaran Al-Quran dan Sunnah.

Dalam hari-hari terakhirnya, Rasulullah mengalami kesulitan bernapas dan demam yang semakin parah. Meskipun demikian, beliau tetap menjalankan shalat dan ibadah lainnya semampunya. Pada tanggal 12 Rabiul Awal, tepatnya pada hari Senin, Rasulullah menghembuskan nafas terakhir di pangkuan istri tercintanya, Aisyah ra.

Baca Juga: Doa Agar Keluarga Dijauhkan dari Judi Online

Pesan Terakhir Rasulullah

Sebelum wafat, Rasulullah menyampaikan beberapa pesan penting yang harus diingat oleh umat Islam. Salah satu pesan terpenting adalah agar umat Islam selalu menjaga persatuan dan tidak berpecah belah. Beliau juga menekankan pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia, memelihara hubungan keluarga, dan selalu berpegang pada ajaran agama.

Wafatnya Rasulullah menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi umat Islam. Para sahabat dan umat Islam di seluruh penjuru dunia merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Namun, pesan dan ajaran yang beliau sampaikan tetap hidup dan menjadi pedoman bagi umat Islam hingga saat ini.

Kondisi kesehatan Rasulullah yang menurun sepulang dari Haji Wada menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam. Meskipun dalam kondisi sakit, Rasulullah tetap memikirkan umatnya dan memberikan pesan-pesan terakhir yang sangat berharga. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah ini dan senantiasa berusaha untuk menjalankan ajaran-ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.