AKURAT.CO Di antara hadits yang sering menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Muslim adalah hadits yang berbunyi:
عن عقبة بن عامر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إياكم والدخول على النساء" فقال رجل من الأنصار: يا رسول الله، أفرأيت الحمو؟ قال: "الحمو الموت"
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya: "Dari Uqbah bin Amir r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Hati-hatilah kalian dalam masuk ke tempat perempuan (yang bukan mahramnya).' Lalu seorang laki-laki dari kaum Anshar bertanya: 'Wahai Rasulullah, bagaimana dengan ipar (kerabat suami)?' Beliau menjawab: 'Ipar itu adalah maut.'"
Hadits ini sering menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan umat Muslim karena penggunaan kata "maut" yang terkesan sangat keras. Namun, untuk memahami makna yang sebenarnya, kita perlu melihat konteks dan penjelasan para ulama.
Baca Juga: Apakah Hadits 'Ipar adalah Maut' Merupakan Hadits Sahih?
Penjelasan Para Ulama
-
Maut dalam Konteks Metaforis
- Para ulama menjelaskan bahwa penggunaan kata "maut" di sini bersifat metaforis. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan betapa besar bahaya dan fitnah (godaan) yang bisa timbul jika tidak ada pembatasan dalam interaksi antara ipar dan istri/suami.
-
Pentingnya Pembatasan dalam Pergaulan
- Hadits ini menekankan pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan untuk menghindari fitnah. Ipar yang tinggal serumah memiliki potensi besar untuk menimbulkan fitnah, karena sering bertemu dan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak ada pengawasan dan batasan yang jelas.
-
Peran Keluarga dalam Menjaga Moral
- Keluarga besar memiliki peran penting dalam menjaga moral dan etika. Dengan memahami hadits ini, keluarga harus bisa menegakkan batasan dan menjaga adab dalam interaksi antara ipar dengan istri/suami agar tercipta lingkungan yang sehat dan sesuai dengan ajaran Islam.
Baca Juga: Hadits Nabi 'Ipar adalah Maut', Begini Penjelasan Lengkapnya! Cara Menjauhkan Kekhawatiran
Untuk menjauhkan kekhawatiran dari hadits ini, berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
-
Pahami Makna yang Sesungguhnya
- Pelajari dan pahami konteks serta penjelasan para ulama mengenai hadits ini. Ini akan membantu mengurangi kekhawatiran yang muncul dari pemahaman yang salah.
-
Terapkan Batasan yang Jelas
- Buat batasan yang jelas dalam interaksi antara ipar dan pasangan. Misalnya, hindari berdua-duaan di tempat tertutup dan selalu menjaga etika dalam pergaulan.
-
Libatkan Keluarga Besar
- Ajak keluarga besar untuk memahami pentingnya menjaga batasan ini. Dengan pemahaman yang sama, seluruh anggota keluarga bisa saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman dari fitnah.
-
Jaga Komunikasi yang Baik
- Komunikasi yang baik antara suami dan istri sangat penting. Diskusikan batasan-batasan yang perlu dijaga dan pastikan keduanya saling mendukung dalam menjalankannya.
-
Perkuat Iman dan Taqwa
- Perkuat iman dan taqwa dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan iman yang kuat, godaan dan fitnah bisa lebih mudah dihindari.
Hadits tentang "ipar adalah maut" adalah peringatan keras dari Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan antara ipar dan pasangan.
Dengan memahami konteks dan penjelasan ulama, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menjauhkan kekhawatiran dan menjaga keutuhan serta keharmonisan dalam keluarga.