Akurat

Asal Usul Hari Tasyrik dan Mengapa Kita Diharamkan Berpuasa?

Fajar Rizky Ramadhan | 18 Juni 2024, 11:30 WIB
Asal Usul Hari Tasyrik dan Mengapa Kita Diharamkan Berpuasa?

AKURAT.CO Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah.

Nama "Tasyrik" berasal dari bahasa Arab yang berarti "mengeringkan daging di bawah sinar matahari."

Pada zaman dahulu, kaum muslimin yang melakukan ibadah haji di Mekkah akan mengeringkan daging kurban mereka selama hari-hari tersebut untuk dijadikan bekal.

Dalil Hadits tentang Hari Tasyrik

Hari Tasyrik memiliki keutamaan dan kekhususan tersendiri dalam Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

"أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله."

Terjemahan: "Hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan mengingat Allah." (HR. Muslim).

Baca Juga: Apa Itu Tahallul yang Termasuk Rukun Haji? Ini Proses dan Jenisnya

Hadits ini menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah waktu yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk menikmati nikmat-Nya berupa makanan dan minuman, serta untuk memperbanyak zikir dan ibadah.

Larangan Berpuasa pada Hari Tasyrik

Islam melarang umatnya berpuasa pada Hari Tasyrik. Larangan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab RA:

"إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ، وَقَالَ: هِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ."

Terjemahan: "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang berpuasa pada hari-hari Tasyrik dan beliau bersabda: 'Hari-hari tersebut adalah hari-hari makan, minum, dan mengingat Allah.'" (HR. Abu Dawud)

Hikmah Larangan Berpuasa

Larangan berpuasa pada Hari Tasyrik memiliki beberapa hikmah, di antaranya:

1. Mensyukuri Nikmat Allah

Berpuasa pada hari-hari tersebut bertentangan dengan perintah Allah SWT untuk mensyukuri nikmat-Nya berupa makanan dan minuman. Hari Tasyrik adalah waktu untuk menikmati rezeki yang diberikan Allah sebagai wujud rasa syukur.

2. Memperkuat Kebersamaan

Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk berkumpul, berbagi makanan, dan mempererat tali persaudaraan. Berpuasa bisa mengurangi kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama muslim.

3. Menjaga Kesehatan

Setelah melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan puasa sunnah di hari Arafah, tubuh membutuhkan asupan makanan dan istirahat yang cukup. Hari Tasyrik menjadi waktu yang tepat untuk memulihkan energi.

Baca Juga: Puan Apresiasi Ibadah Haji Tahun Ini Lebih Kondusif: Pelayanan Harus Terus Ditingkatkan

4. Menyempurnakan Ibadah Haji

Bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji, hari-hari Tasyrik adalah bagian dari rangkaian ritual yang harus disempurnakan. Mereka melaksanakan lempar jumrah, bertalbiyah, dan ibadah lainnya yang memerlukan kekuatan fisik.

Hari Tasyrik adalah hari-hari istimewa dalam Islam yang diisi dengan kenikmatan makanan, minuman, dan zikir kepada Allah.

Berdasarkan dalil-dalil hadits yang shahih, umat Islam diharamkan berpuasa pada hari-hari ini untuk mensyukuri nikmat Allah, mempererat persaudaraan, menjaga kesehatan, dan menyempurnakan ibadah haji.

Larangan ini menunjukkan betapa syariat Islam memperhatikan keseimbangan antara ibadah ritual dan kebutuhan jasmani umatnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.