Keistimewaan Hari Tasyrik dan Larangannya untuk Berpuasa

AKURAT.CO Hari Tasyrik adalah hari-hari istimewa yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.
Hari-hari ini merupakan bagian dari perayaan Idul Adha dan memiliki sejumlah keistimewaan yang diatur dalam syariat Islam.
Selain itu, ada larangan khusus untuk berpuasa pada hari-hari tersebut, yang dijelaskan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW.
Keistimewaan Hari Tasyrik
1. Hari Zikir dan Syukur
Hari Tasyrik dikenal sebagai hari untuk berzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak mengingat Allah, terutama dengan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Dan sebutlah nama Allah dalam beberapa hari yang berbilang (hari Tasyrik)." (QS. Al-Baqarah: 203)
2. Hari Penyembelihan Hewan Kurban
Hari Tasyrik juga masih merupakan waktu yang diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban. Umat Islam yang belum sempat berkurban pada hari Idul Adha masih memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah kurban pada hari-hari ini.
3. Hari Makan dan Minum
Rasulullah SAW menekankan bahwa hari-hari Tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan bersenang-senang dalam batas-batas yang halal. Beliau bersabda:
"Hari-hari Mina adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)
Larangan Berpuasa pada Hari Tasyrik
Salah satu ketentuan yang ditekankan dalam syariat Islam adalah larangan berpuasa pada hari-hari Tasyrik. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW:
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
(رواه مسلم)
Artinya: "Dari Nubaisyah Al-Hudzali berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikir kepada Allah SWT.'" (HR. Muslim).
Larangan berpuasa pada hari Tasyrik bertujuan agar umat Islam dapat menikmati nikmat Allah dengan makan dan minum serta mengingat-Nya. Hal ini menekankan pentingnya kebersamaan, syukur, dan kebahagiaan dalam merayakan hari-hari besar Islam.
Hari Tasyrik memiliki keistimewaan tersendiri dalam ajaran Islam. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, bersyukur, dan menikmati rezeki yang telah diberikan Allah.
Larangan berpuasa pada hari-hari ini menunjukkan betapa pentingnya aspek kebersamaan dan kebahagiaan dalam merayakan perayaan agama.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan menjalankan sunnah Rasulullah SAW dalam menyambut hari-hari yang penuh berkah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








