AKURAT.CO Puasa Tarwiah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum hari Arafah.
Puasa ini memiliki banyak keutamaan, termasuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri untuk pelaksanaan puasa Arafah keesokan harinya.
Namun, bagaimana jika seseorang lupa berniat puasa Tarwiah pada malam sebelumnya? Apakah niat puasa di pagi hari masih diterima?
Dalam pandangan beberapa ulama, niat puasa sunnah dapat dilakukan hingga sebelum waktu Dzuhur, asalkan seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Hukum Niat Puasa di Pagi Hari
Menurut pendapat mayoy ulama, niat puasa sunnah tidak harus dilakukan pada malam hari sebelum terbitnya fajar, berbeda dengan puasa wajib seperti puasa Ramadhan yang harus diniatkan sebelum fajar. Berikut beberapa poin penting mengenai niat puasa Tarwiah di pagi hari:
Baca Juga: Qadha Ramadhan Digabung dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Bagaimana Hukumnya?
Waktu Niat Puasa Sunnah:
Dalam madzhab Maliki, niat puasa sunnah bisa dilakukan kapan saja sebelum waktu Dzuhur, asalkan seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum sejak terbitnya fajar.
Keutamaan Berniat di Malam Hari:
Meskipun diperbolehkan berniat di pagi hari, sangat dianjurkan untuk berniat pada malam sebelumnya untuk memastikan kesungguhan dan kesiapan dalam menjalankan puasa.
Niat Setelah Fajar:
Jika seseorang ingat untuk berpuasa setelah fajar namun sebelum Dzuhur, dia masih dapat berniat dan melanjutkan puasanya selama dia tidak makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Tata Cara Berniat di Pagi Hari
Berikut adalah contoh niat puasa Tarwiah yang bisa diucapkan di pagi hari jika lupa berniat di malam hari:
“نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى مِنَ الْفَجْرِ”
Nawaitu shouma yaumit-tarwiyati sunnatan lillahi ta'ala minal fajri
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala dari sejak fajar."
Baca Juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2024, Lengkap Tata Cara dan Jadwalnya
Meskipun niat di malam hari lebih utama, dalam keadaan lupa, niat puasa Tarwiah masih bisa dilakukan di pagi hari sebelum Dzuhur, asalkan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar.
Dengan demikian, keutamaan puasa Tarwiah masih bisa diraih meskipun dengan niat yang terlambat.
Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan semangat kita dalam menjalankan ibadah sunnah, khususnya dalam menyambut hari-hari penuh berkah di bulan Dzulhijjah.