Akurat

Apakah Puasa Arafah Harus Bertepatan dengan Wukuf di Arafah?

Fajar Rizky Ramadhan | 14 Juni 2024, 21:22 WIB
Apakah Puasa Arafah Harus Bertepatan dengan Wukuf di Arafah?

AKURAT.CO Apakah Puasa Arafah Harus Bertepatan dengan Wukuf di Arafah? Begini penjelasannya sesuai dengan dalil sahih.

Puasa Arafah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan haji.

Amalan ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Namun, terdapat perdebatan di kalangan ulama mengenai apakah puasa Arafah harus bertepatan dengan wukuf di Arafah, yaitu ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, ataukah harus mengikuti penanggalan setempat.

Definisi dan Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadis. Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim).

Baca Juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2024, Lengkap Tata Cara dan Jadwalnya

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan puasa Arafah dalam menghapuskan dosa-dosa kecil bagi yang melaksanakannya dengan ikhlas dan benar.

Pendapat Ulama Mengenai Waktu Puasa Arafah

Pendapat yang Mengharuskan Bertepatan dengan Wukuf di Arafah

Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Arafah harus bertepatan dengan wukuf di Arafah. Mereka berargumen bahwa karena puasa Arafah dihubungkan langsung dengan wukuf di Arafah, maka penetapan hari puasanya harus sesuai dengan hari di mana jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Pendapat ini sering kali merujuk pada kesatuan umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji sebagai dasar argumennya.

Pendapat yang Mengikuti Penanggalan Setempat

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah sesuai dengan penanggalan setempat, bukan harus bertepatan dengan wukuf di Arafah. Pendapat ini didasarkan pada kalender hijriyah yang dihitung berdasarkan penampakan hilal di masing-masing negara. Mereka berargumen bahwa setiap negara memiliki perbedaan dalam melihat hilal, sehingga penanggalan hijriyah bisa berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Dalil-Dalil yang Mendukung Pendapat

Dalil yang Mendukung Bertepatan dengan Wukuf di Arafah

Pendapat yang mendukung bahwa puasa Arafah harus bertepatan dengan wukuf di Arafah biasanya merujuk pada hadis yang menyebutkan keutamaan hari Arafah, seperti:

"Hari Arafah, hari terbesar dalam Islam, adalah hari dimana Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang wukuf di Arafah kepada malaikat-malaikat-Nya." (HR. Muslim)

Dalil yang Mendukung Mengikuti Penanggalan Setempat

Pendapat yang mendukung puasa Arafah mengikuti penanggalan setempat merujuk pada kaidah umum dalam penentuan awal bulan hijriyah berdasarkan rukyatul hilal. Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

"Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika terhalang oleh awan, maka genapkanlah Sya'ban tiga puluh hari." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Peran Pedagang dalam Proses Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Hadis ini menegaskan bahwa penentuan awal bulan dilakukan berdasarkan penampakan hilal di masing-masing wilayah.

Pada akhirnya, baik pendapat yang mendukung puasa Arafah bertepatan dengan wukuf di Arafah maupun yang mengikuti penanggalan setempat memiliki dasar yang kuat.

Oleh karena itu, dalam menjalankan ibadah puasa Arafah, umat Islam sebaiknya mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh otoritas keagamaan di negara masing-masing. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dalam menjalankan ibadah dan mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian, perbedaan pendapat ini hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan dipandang sebagai kekayaan khazanah fiqh yang menunjukkan keluwesan Islam dalam menghadapi berbagai kondisi dan situasi umat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.