Akurat

Siapa yang Disunahkan Menjalankan Puasa Arafah?

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Juni 2024, 12:51 WIB
Siapa yang Disunahkan Menjalankan Puasa Arafah?

AKURAT.CO Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.

Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, hari ketika jamaah haji wukuf di Arafah, puasa ini memiliki pahala yang sangat besar bagi yang menjalankannya.

Lalu, siapa sajakah yang disunnahkan menjalankan puasa Arafah?

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan puasa Arafah diterangkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang sangat terkenal adalah:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏: "صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ" (رواه مسلم)

Artinya: Dari Abu Qatadah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim).

Baca Juga: Bolehkah Kurban dengan Cara Patungan? Ini Jawaban Menurut Islam

Orang yang Disunnahkan Berpuasa Arafah

  1. Orang yang Tidak Sedang Berhaji

    Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Hal ini karena puasa Arafah memberikan keutamaan besar berupa penghapusan dosa selama dua tahun (satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang). Bagi mereka yang tidak berhaji, puasa ini merupakan bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT yang sangat dianjurkan.

  2. Muslim Dewasa

    Semua muslim dewasa yang memenuhi syarat berpuasa (yakni berakal, tidak dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan yang menyulitkan) disunnahkan untuk berpuasa Arafah. Hal ini karena mereka mampu melaksanakan puasa dengan sempurna dan dapat meraih pahala yang dijanjikan.

  3. Wanita yang Tidak Dalam Keadaan Haid atau Nifas

    Wanita muslimah juga disunnahkan untuk berpuasa Arafah asalkan mereka tidak sedang dalam keadaan haid atau nifas. Jika seorang wanita dalam keadaan suci pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka sangat dianjurkan baginya untuk menjalankan puasa ini.

Orang yang Tidak Disunnahkan Berpuasa Arafah

  1. Jamaah Haji yang Sedang Wukuf di Arafah

    Para jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah tidak disunnahkan untuk berpuasa. Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW tidak berpuasa pada hari Arafah ketika beliau sedang menjalankan haji. Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ، أَنَّ نَاسًا اخْتَلَفُوا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ هُوَ صَائِمٌ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ لَيْسَ بِصَائِمٍ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ، فَشَرِبَهُ‏.‏ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: Dari Ummul Fadl binti Harits, bahwa beberapa orang berselisih di dekatnya pada hari Arafah mengenai puasa Nabi SAW, sebagian mengatakan: "Beliau berpuasa", dan sebagian mengatakan: "Beliau tidak berpuasa". Lalu Ummul Fadl mengirimkan segelas susu kepada Nabi SAW ketika beliau sedang berwukuf di atas untanya, maka beliau meminumnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Bolehkah Kurban dengan Uang Hasil Utang?

  1. Orang yang Sakit atau Dalam Perjalanan

    Orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan yang menyulitkan juga tidak disunnahkan berpuasa Arafah. Hal ini karena Islam memberikan keringanan bagi mereka dalam melaksanakan puasa, sehingga mereka dapat menggantinya di hari lain ketika sudah mampu.

Puasa Arafah adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi muslimin yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Dengan menjalankan puasa ini, seorang muslim diharapkan mendapatkan penghapusan dosa selama dua tahun.

Namun, bagi mereka yang sedang berhaji, khususnya saat wukuf di Arafah, puasa ini tidak disunnahkan agar mereka memiliki kekuatan untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik.

Semoga kita semua dapat meraih keutamaan puasa Arafah dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.