Akurat

5 Tingkatan Ikhlas secara Urut, Mana yang Paling Berkualitas?

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Juni 2024, 08:52 WIB
5 Tingkatan Ikhlas secara Urut, Mana yang Paling Berkualitas?

AKURAT.CO Ikhlas adalah salah satu konsep penting dalam agama Islam, yang merujuk kepada niat murni dan tulus dalam setiap perbuatan, semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah.

Dalam praktiknya, mencapai tingkat ikhlas yang sempurna bukanlah hal yang mudah. Para ulama mengidentifikasi beberapa tingkatan ikhlas yang dapat dijadikan panduan bagi umat Muslim dalam mengembangkan keikhlasan dalam diri mereka.

Berikut adalah tingkatan ikhlas secara berurutan:

1. Ikhlas dalam Niat (Niat yang Murni)

Tingkat pertama dalam ikhlas adalah memastikan bahwa setiap niat dalam melakukan suatu perbuatan benar-benar murni untuk Allah. Dalam hal ini, seorang Muslim harus memurnikan niatnya dari keinginan duniawi seperti pujian, popularitas, atau keuntungan materi. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Dakwah dengan Menggunakan Wayang Kulit Merupakan Ciri dari Dakwah Sunan Siapa?

2. Ikhlas dalam Amal (Konsistensi dalam Perbuatan)

Setelah memurnikan niat, tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan niat yang ikhlas. Ini berarti tidak ada kepura-puraan atau tindakan yang dilakukan hanya untuk menarik perhatian orang lain. Amal yang dilakukan haruslah konsisten dengan niat yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu semata-mata untuk mencari ridha Allah.

3. Ikhlas dalam Hati (Membersihkan Hati dari Riya)

Tingkatan berikutnya adalah memurnikan hati dari riya, yaitu melakukan sesuatu untuk dilihat atau dipuji orang lain. Pada tingkatan ini, seorang Muslim berusaha menjaga hatinya tetap bersih dari perasaan ingin mendapatkan pengakuan dari manusia. Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil (riya).” (HR. Ahmad).

4. Ikhlas dalam Kepasrahan (Tawakkal)

Ikhlas juga berarti pasrah sepenuhnya kepada Allah dalam segala hal, setelah berusaha sebaik mungkin. Seorang Muslim yang mencapai tingkatan ini akan menyerahkan hasil dari setiap amalnya kepada Allah, tanpa merasa cemas atau khawatir tentang hasil akhirnya. Mereka menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah ketetapan Allah dan berserah diri dengan sepenuh hati.

5. Ikhlas dalam Keikhlasan (Mencapai Keikhlasan Total)

Tingkatan tertinggi dari ikhlas adalah keikhlasan yang total dalam segala aspek kehidupan. Pada tingkat ini, seorang Muslim tidak hanya memurnikan niat, amal, dan hati, tetapi juga hidup dalam keadaan terus-menerus dalam keikhlasan. Mereka selalu berusaha melakukan segala sesuatu semata-mata untuk ridha Allah, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari makhluk. Mereka berusaha menjaga keikhlasan dalam setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan mereka.

Baca Juga: Sifat Syaja'ah Adalah? Ini Penjelasan Perspektif Islam

Mencapai tingkatan ikhlas yang sempurna adalah proses yang memerlukan usaha dan ketekunan. Setiap Muslim dianjurkan untuk selalu introspeksi dan memperbaiki niat serta perbuatannya agar selalu ikhlas karena Allah. Dengan memahami dan mengamalkan tingkatan ikhlas ini, diharapkan setiap individu dapat menjadi hamba yang lebih tulus dan mendapatkan ridha Allah SWT dalam setiap langkah kehidupannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.