Akurat

8 Amalan yang Dapat Dilakukan Jemaah Haji sambil Menunggu Pelaksanaan Wukuf di Arafah, Mabit di Mina dan Muzdalifah

Lufaefi | 22 Mei 2024, 09:00 WIB
8 Amalan yang Dapat Dilakukan Jemaah Haji sambil Menunggu Pelaksanaan Wukuf di Arafah, Mabit di Mina dan Muzdalifah

AKURAT.CO Haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki banyak keutamaan dan penuh dengan ibadah-ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Saat melaksanakan haji, terdapat beberapa tempat dan waktu yang memiliki keutamaan khusus, di antaranya adalah Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

Dalam masa-masa menunggu pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Mina, dan Muzdalifah, jemaah haji dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan sesuai sunnah.

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan:

1. Banyak Berdoa dan Memohon Ampunan

Waktu yang dihabiskan di Arafah, Mina, dan Muzdalifah adalah saat-saat yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, "Haji adalah Arafah." (HR. Tirmidzi). Di Arafah, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Doa di hari Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar.

Baca Juga: Belum Bisa Pergi Haji ke Tanah Suci? Ini Amalan yang Pahalanya Setara dengan Haji!

2. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Jemaah haji dapat memanfaatkan waktu luang dengan membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya. Ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

3. Berdzikir dan Mengingat Allah

Dzikir adalah amalan yang sangat dianjurkan di mana pun dan kapan pun, termasuk saat menunggu di Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil dapat menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

4. Shalat Sunnah

Selain melaksanakan shalat wajib, jemaah haji juga dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, baik shalat sunnah rawatib maupun shalat-shalat sunnah lainnya seperti shalat tahajud dan shalat dhuha. Shalat sunnah ini menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak pahala.

5. Tafakkur dan Muhasabah

Masa-masa menunggu di tempat-tempat suci ini adalah waktu yang tepat untuk tafakkur (merenungkan) dan muhasabah (introspeksi diri). Jemaah haji dapat merenungkan perjalanan hidupnya, memperbaiki niat dan amal, serta bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali dari tanah suci.

6. Bersedekah

Jika memungkinkan, jemaah haji dapat bersedekah kepada mereka yang membutuhkan, baik kepada sesama jemaah haji yang mungkin memerlukan bantuan ataupun penduduk setempat yang membutuhkan. Sedekah dapat berupa makanan, minuman, atau bantuan lainnya yang bermanfaat.

7. Menjaga Silaturahmi

Selama di tanah suci, jemaah haji berasal dari berbagai belahan dunia. Ini menjadi kesempatan untuk menjalin silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim dari berbagai negara. Menjaga hubungan baik dan saling membantu sesama jemaah adalah bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Doa saat Akan Jimak, Hubungan Suami Istri

8. Memperbanyak Taubat dan Istighfar

Masa haji adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak taubat dan istighfar. Memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan adalah bagian dari penyucian diri dalam ibadah haji.

Dengan melaksanakan amalan-amalan ini, jemaah haji dapat mengisi waktu menunggu dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh pahala. Semoga ibadah haji yang dilakukan menjadi mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.