Ini Dia Prasasti yang Merupakan Peninggalan Kerajaan Islam

AKURAT.CO Prasasti menjadi salah satu bukti dari eksistensi kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia. Prasasti sendiri merujuk pada piagam atau dokumen yang ditulis di atas media yang keras dan tahan lama.
Prasasti biasanya memuat keputusan mengenai penetapan sebuah desa atau daerah menjadi sirna atau daerah perdikan. Selain itu, prasasti juga dapat memuat perkara perdata, utang piutang, kutukan, hingga sumpah.
Secara umum, peninggalan-peninggalan kerajaan Islam di Nusantara yang banyak diketahui adalah berupa bangunan-bangunan masjid, sedangkan peninggalan prasastinya jarang diketahui oleh masyarakat.
Baca Juga: Apakah Candi Borobudur Berhubungan dengan Agama Islam?
Berikut ini merupakan prasasti-prasasti yang merupakan peninggalan kerajaan Islam di Nusantara:
1. Prasasti Minye Tujoh
Prasasti ini merupakan peninggalan dari kerajaan Samudera Pasai yang ditemukan di wilayah Gampong Meunye Tujoh, Kabupaten Aceh Utara. Prasasti ini berupa sepasang batu nisan dari sebuah makam yang berisi sebuah syair dalam bahasa Arab dan Melayu serta ditulis menggunakan aksara Jawi dan Sumatera Kuno.
Menurut Stutterheim sebagai salah satu penerjemah prasasti Minye Tujoh, nama yang tertulis pada batu nisan ini adalah Raja Iman Varda Rahmatallah, putri Sultan Malik Al-Zahir. Gelar Malik Al-Zahir ini sendiri diketahui merupakan gelar yang dipakai oleh beberapa sultan Kerajaan Samudera Pasai.
Para ahli juga menduga bahwa sepasang nisan itu digunakan untuk memperingati hari kematian seorang putri dari Sultan di wilayah Minye Tujoh, Aceh.
2. Prasasti Sultanah Nahrasiyah
Prasasti ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Samudera Pasai. Sama seperti Prasasti Minye Tujoh, Prasasti Sultanah Nahrasiyah juga berupa makam dari seorang sultanah perempuan pertama Kerajaan Samudera Pasai, yakni Sultanah Nahrisyah.
Baca Juga: Doa Bagi Pengantin Setelah Selesai Ijab Qabul
Makam yang terletak di wilayah Gampong Kota Krueng, Kabupaten Aceh Utara ini dinobatkan sebagai makam terindah di wilayah Asia Tenggara. Makam Sultanah Nahrasiyah memiliki tinggi yang sejajar dengan jiratnya. Makam ini konon seluruh bagiannya terbuat dari batu pualam.
Makam Ratu Nahrasiyah dipenuhi dengan kaligrafi serta terdapat pula tulisan ayat-ayat Al-Qur’an, seperti Surat Al-Baqarah ayat 285 dan 298.
Selain kedua prasasti di atas, juga terdapat prasasti-prasasti lain yang menjadi bukti peninggalan sejarah Islam di Nusantara, yaitu:
Prasasti Fatimah binti Maimun
Prasasti ini berupa sebuah batu nisan yang ditemukan di wilayah Leran, Gresik. Batu nisan ini menjadi bukti tertua dari kehadiran Islam di Pulau Jawa yang menunjukkan inskripsi kronogram 475 Hijriyah atau bertepatan dengan 1082 Masehi.
Batu nisan Fatimah binti Maimun sendiri ditulis dengan Arab Kufi, serta memiliki gaya tulisan yang menunjukkan ciri khas dari seorang pendatang yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Sehingga dapat dipastikan bahwa mereka adalah seorang pedagang.
Selain itu, makam ini juga memiliki kaitan yang erat dengan masa awal migrasi suku Lor dari Persia yang datang ke Pulau Jawa pada abad ke-10 Masehi.
Prasasti Maulana Malik Ibrahim
Sama seperti ketiga prasasti di atas, prasasti juga berupa makam dari seorang tokoh besar, yakni Syekh Maulana Malik Ibrahim atau yang dikenal sebagai Sunan Gresik. Batu nisan pada makam ini dipenuhi oleh tulisan kaligrafi yang kabarnya, tidak semua orang dapat membaca tulisan tersebut.
Batu nisan dari makam Maulana Malik Ibrahim juga terbuat dari marmer. Seorang peneliti mengungkapkan bahwa batu nisan tersebut didatangkan dari wilayah Gujarat, India. Pada masa itu diketahui batu nisan sejenis ini banyak dijumpai di Gujarat.
Demikian penjelasan mengenai prasasti yang menjadi peninggalan kerajaan Islam di Nusantara. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










