Minal Aidin Wal Faizin: Arti dan Cara Penulisannya

AKURAT.CO Ketika Idul Fitri tiba, umat muslim sering saling mengucapkan kata Minal Aidin Wal Faizin sebagai ungkapan selamat hari raya Idul Fitri.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kata Minal Aidin Wal Faizin tidak terkait dengan ungkapan meminta maaf secara lahiriah maupun batiniah.
Sehubungan dengan itu, simak berikut arti kata Minal Aidin Wal Faizin.
Arti kata Minal Aidin Wal Faizin
Menurut laman resmi NU Online, makna dari Minal Aidin Wal Faizin adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan meraih kemenangan.
Namun, terjemahan tersebut terasa kurang sesuai. Oleh karena itu, untuk memudahkan pemahaman, ungkapan Minal Aidin Wal Faizin dapat diartikan sebagai "(semoga kita) termasuk dalam golongan yang kembali dan meraih kemenangan".
Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kemenag, minal aidin mengandung arti bahwa kita berharap termasuk dalam golongan yang kembali.
Istilah "kembali" di sini merujuk pada kembali kepada fitrah, yaitu keadaan asal atau kesucian, serta agama yang benar.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri! Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Dengan menjalani ibadah dan menyucikan diri di bulan Ramadhan, harapannya setiap muslim dapat kembali ke keadaan asalnya dan menemukan esensi dirinya, yaitu kembali suci seperti saat baru dilahirkan dan kembali menjalankan ajaran agama yang benar.
Sementara itu, istilah "al-faizin" berasal dari kata "fawz" yang berarti keberuntungan.
Ungkapan "wal faizin" dapat dimaknai sebagai doa dan harapan, yaitu semoga kita termasuk dalam golongan yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita dapat merasakan kenikmatan surga-Nya.
Penulisan Minal Aidin Wal Faizin
Dikutip dari situs NU Online, terdapat tradisi di kalangan para sahabat Nabi yang melibatkan mengucapkan selamat kepada sesama umat Islam yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan.
Bunyi ucapan selamatnya adalah "Taqabbalallaahu minnaa wa minkum", namun beberapa orang juga menambahkan "taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidiin wal faaiziin". Ada pula yang menambahkan "wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair".
Jika rangkaian ucapan selamat tersebut ditambahkan menjadi "Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidiin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair".
Ucapan ini bermakna "Semoga Allah menerima amalan ibadah Ramadan dari kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk golongan yang kembali dan meraih kemenangan serta diterima amalan ibadahnya. Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









