Akurat

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Maret 2024, 12:30 WIB
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

AKURAT.CO Seperti apa ciri-ciri malam Lailatul Qadar dan Tanda seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar? Simak penjelasan artikel ini dengan seksama.

Malam Lailatul Qadar sendiri digambarkan di dalam Al-Qur'an sebagai malam yang mulia. Barang siapa yang menemukan malam ini berati lebih baik dibandingkan dengan ibadah selama 1000 bulan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Q.S. al-Qadr [97]: 1-5).

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar disebut di dalam banyak riwayat, salah satunya diriwayatkan oleh Jabir Ibn Abdullah. Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

«إِنِّي رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا وَهِيَ فِي العشر الأواخر من لياليها وهي طَلْقَةٌ بِلُجَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا لَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِيءَ فَجْرُهَا»

Artinya: "Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya."

Sementara itu Candra Nila Murti Dewojati yang berjudul 'Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar' yang diterbitkan PT Bhuana Ilmu Populer pada 2014, meringkas setidaknya ada 4 tanda seseorang yang berhasil meraih malam lailatul qadar, sebagai berikut:

1. Selalu ingin menjadi yang terbaik

2. Selalu merasa kurang dalam beribadah

3. Sifatnya rendah hati

4. Wajahnya bersinar

Imam Syafii juga dalam kitab Al-Umm membocorkan cara yang bisa dilakukan supaya merengkuh kemuliaan malam tersebut.

Dalam kitab itu ia menulis, “Menghidupkan Lailatul Qadar bisa dengan melaksanakan salat isya berjemaah dan bertekad untuk melaksanakan salat subuh secara berjemaah.”

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Mengisi Malam Lailatul Qadar dengan Sujud dan Taqarrub

Imam Syafii dalam pendapatnya yang lama juga menekankan agar setiap muslim menghidupkan setiap malam agar memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar.

Menurutnya, Barang siapa yang menghadiri salat isya dan salat subuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.

Cara yang dianjurkan Imam Syafii di atas disandarkan pada sebuah hadis dari Utsman bin Affan ra bahwa Nabi saw bersabda:

Siapa yang menghadiri salat isya berjemaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat isya dan subuh berjemaah, maka baginya pahala salat semalam penuh.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.