Akurat

Ini Dia Ciri-ciri Turunnya Malam Lailatul Qadar

Lufaefi | 3 April 2024, 16:44 WIB
Ini Dia Ciri-ciri Turunnya Malam Lailatul Qadar

AKURAT.CO Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Qadr. Umat muslim kemudian berbondong-bondong melaksanakan berbagai amal dan ibadah untuk meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Akan tetapi tidak ada yang mengetahui secara pasti mengenai waktu datangnya malam Lailatul Qadar. Satu-satunya petunjuk mengenai hal ini adalah sebuah hadist yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan. Selain itu, juga terdapat sebuah hadist yang menyeru umat muslim untuk mencari pada malam-malam ganjil.

Meskipun demikian, terdapat ciri-ciri atau tanda-tanda yang mengisyaratkan turunnya malam Lailatul Qadar. Berikut ini merupakan ciri-ciri turunnya malam Lailatul Qadar:

Baca Juga: Begini Niat Shalat Lailatul Qadar 4 Rakaat

1. Malam yang Tampak Terang

Malam Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang terang tanpa adanya awan. Suhu udara juga tidak terasa panas ataupun dingin, serta tidak terjadi hujan. Hal ini termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani, yaitu:

“Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).” (H.R. At-Thabrani ).

2. Matahari Bersinar Lemah pada Pagi Harinya

Ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar juga dapat terlihat pada pagi harinya. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa matahari akan bersinar lemah serta tampak kemerah-merahan pada pagi harinya. Hadits tersebut berbunyi:

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan” (HR ath-Thoyalisi).

Selain itu, dalam riwayat lain juga dikatakan bahwa matahari akan terbit tanpa sinar ketika subuh menjelang setelah malam Lailatul Qadar.

“Subuh hari dari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik” (HR Muslim).

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Qadr Mengenai Malam Lailatul Qadar

3. Angin Berhembus Lembut

Ciri terakhir datangnya malam Lailatul Qadar adalah angin yang berhembus dengan lembut. Hal ini kemudian menjadi salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT agar para hamba-Nya dapat merasakan kesejukan malam yang penuh berkah serta rahmat.

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri turunnya malam Lailatul Qadar. Umat muslim hendaknya tidak hanya fokus pada ciri-ciri tersebut, melainkan juga memfokuskan diri beribadah untuk meraih keutamaan-keutamaan malam Lailatul Qadar. Adapun doa yang dapat dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:

أَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى يَا كَرِيْمُ

(Allahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni ya karim)

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku”.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi