Akurat

Materi Kultum : Hikmah Perbanyak Membaca Dzikir

Lufaefi | 26 Maret 2024, 15:00 WIB
Materi Kultum : Hikmah Perbanyak Membaca Dzikir

AKURAT.CO Dzikir adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saat berdzikir, menusia akan mengingat Allah SWT dan akan merasa dekat dengan-Nya.

Kultum Ramadhan : Manfaat Perbanyak Membaca Dzikir di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yang membalas doa hamba-hamba-Nya, apabila kita berdoa dan mengingat-Nya.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kehadiran Allah SWT yang mana telah mempertemukan kita dalam acara … dengan keadaan sehat wal afiat.

Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa. Hal ini dilakukan dengan tidak sengaja karena adanya beberapa faktor seperti suasana yang genting, kurang fokus serta faktor usia.

Bahkan Rasulullah SAW pun memiliki sisi manusiawi ini, beliau pernah melupakan suatu perkara. Contohnya yaitu terjadi ketika Nabi Muhammad SAW menyiapkan pasukan untuk berjihad di jalan Allah. Seluruh prajurit diberi bekal logistik oleh Rasulullah.

Baca Juga: Materi Kultum: Menyongsong Kebesaran Malam Lailatul Qadar: Persiapan Spiritual dan Mental

Setelah semua pasukan dianggap sudah mendapat bagian, mereka pun berangkat. Namun ternyata ada seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang belum menerima jatah, ia bernama Hudair.

Saat kejadian tersebut, Hudair bersabar dan perbanyak membaca dzikir kepada Allah SWT. Ia menyibukkan diri dengan membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, dan hawqalah di sepanjang jalan.

Hudair mengharapkan pahala dari setiap dzikir yang ia tuturkan. Sambil mengulang-ulang dzikir, ia menghibur diri dengan berkata kepada dirinya sendiri.

“Sebaik-baik bekal adalah kalimat dzikir ini wahai Rabbku. Ya, kalimat ini benar-benar bekal terbaik. Nutrisi bagi ruh, hati, dan perasaan di dalam jiwa. Kalimat ini memberi kekuatan non materil yang dapat membantumu untuk tetap teguh dan dengan itu pahalamu terus bertambah. Engkau telah sukses menghadapi ujian ini. Sudah pasti Allah akan menolongmu, apalagi engkau sedang di jalan Allah. Maka berbgemberilah. Rahmat Allah itu sangat dekat”.

Di tengah berjalannya jihad dan Hudair yang semakin tenggelam dengan bacaan dzikirnya, datanglah malaikat Jibril menghdap kepada Rasulullah. Malaikat Jibril diutus oleh Allah Swt untuk memberi informasi penting. Ia memberi tahu jika terdapat salah satu sahabat Rasulullah yang belum mendapatkan haknya, yaitu Hudair.

Ketika itu Rasul langsung mengutus seorang lelaki untuk menyusul rombongan yang sudah berjalan cukup jauh. Nabi menitipkan salam untuk Hudair dan memberitahu jika beliau telah melupakannya. Meski begitu, Allah mengingatkan Rasul melalui perantara malaikat Jibril untuk memberinya bekal.

Kejadian tersebut menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang yang banyak membaca dzikir. Allah Swt selalu mengingat mereka, sesuai dengan apa yang dijanjikan-Nya. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 152, fadzkuruni adzkurkum, berdzikirlah kalian semua kepadaku, niscaya Aku akan mengingat kalian.

Setelah Hudair mendengar berita yang luar bisa ini, ia langsung kembali membaca kalimat tahlil, takbir, tasbih, tahmid, dan hawaqalah. Laa ilaaha illallah. Allahu akbar. Subhanallah. Alhamdulillah. Laa hawla wa laa quwwata illa billahi.

Kemudian ia berkata lagi,

Baca Juga: Materi Kultum: Aktivitas Sahabat Nabi Menyambut Malam Lailatul Qadar

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، ذَكَرَنِي رَبِّي مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتٍ، وَمِنْ فَوْقِ عَرْشِهِ، وَرَحِمَ جُوعِي وَضَعْفِي، يَا رَبِّ كَمَا لَمْ تَنْسَ حُدَيْرًا، فَاجْعَلْ حُدَيْرًا لَا يَنْسَاكَ أَبَدًا

“Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, Dia telah mengingatku dari atas langit yang tujuh. Dan dari atas ‘Arsy-Nya, Dia mengasihi rasa laparku dan kelemahanku. Wahai Rabbku, sebagaimana Engkau tidak melupakan Hudair. Maka, jadikanlah Hudair pernah melupakanmu selamanya”.

Kisah ini tercantum dalam kitab-kitab turats. Di antaranya, Al-Ma’rifah, anggitan Abu Nua’im. Bahkan kisah ini diabadikan dalam dua karya Ibnul Jauzi, Al-Munatzham (4/240), dan Shifatu Ash-Sahfwah (1/743).

Dan hikmah yang bisa kita ambil dengan memperbanyak dzikir yaitu, Allah tidak akan pernah melupakan kita dimana pun dan kapan pun. Bahkan dalam salah satu hadits dikatakan jika orang banyak membaca dzikir maka, doanya akan terkabul.

Untuk waktu terbaik untuk membaca dzikir ada enam, yaitu :

Pertama: Pagi dan sore hari.

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ

Ważkur rabbaka kaṡīraw wa sabbiḥ bil-‘asyiyyi wal-ibkār.

“Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS. Ali Imran: 41)

Kedua: Waktu Malam, terutama Sepertiga Malam terakhir.

“Waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi`a’yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqụm. Wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa idbāran-nujụm.”

“Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. Ath-Thur: 48-49)

Ketiga: Setiap selesai shalat.

وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ

Wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa adbāras-sujụd.

“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.” (QS. Qaf: 40)

Keempat: Usai menyelesaikan ibadah haji atau umrah.

Fa iżā qaḍaitum manasikakum fażkurullāha każikrikum ābā`akum au asyadda żikrā, fa minan-nāsi may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā wa mā lahụ fil-ākhirati min khalāq

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu”.

“Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: ‘Wahai Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia’, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 200)

Kelima: Siang hari, saat matahari tergelincir.

Faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qabla gurụbihā, wa min ānā`il-laili fa sabbiḥ wa aṭrāfan-nahāri la’allaka tarḍā

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (QS. Thaha: 30).

Keenam: Saat berhadapan dengan musuh.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītum fi`atan faṡbutụ ważkurullāha kaṡīral la’allakum tufliḥụn

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)

Itulah hikmah yang bisa kita rasakan jika banyak membaca dzikir. Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak bacaan dzikir kita agar mendapat ampunan serta berkah dari Allah swt.

Wassalamuala’ikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi