Akurat

Materi Kultum: Menggapai Rahmat, Ampunan, serta Surga di Bulan Suci

Azis Muslim | 27 Maret 2024, 19:45 WIB
Materi Kultum: Menggapai Rahmat, Ampunan, serta Surga di Bulan Suci

AKURAT.CO Suatu nikmat yang luar biasa bagi orang yang dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Sebab bulan ini memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Maka dari itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan begitu saja segala keistimewaan yang ada di dalamnya.

Untuk menggapai segala keutamaan yang terdapat di bulan Ramadhan, kita harus berlomba-lomba dalam mengerjakan segala anjuran ibadah yang ada di dalamnya. Bisa dengan mengerjakan shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, sedekah takjil, dan lain sebagainya.

Hikmah utama yang ada di bulan suci Ramadhan, yaitu rahmat (kasih sayang Allah), ampunan (maghfirah), dan masuk ke surga-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut:

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya, “Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (Ibnu Khuzaimah).

Baca Juga: Materi Kultum: Kewajiban Membayar Zakat Bagi Umat Muslim

Meski begitu, hadits di atas dinilai dhaif (lemah) sebagaimana dijelaskan oleh oleh Imam as-Suyuthi dalam kitabnya, Jami’ul Ahadits. Karena, hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahih-nya dan bersumber dari Ali ibn Zaid ibn Jadʽan yang divonis oleh para ulama sebagai orang yang dhaif. Sementara orang yang meriwayatkan hadits tersebut dari Ali ibn Zaid adalah Yusuf bin Ziyad yang divonis dhaif parah (dhaif jiddan). (Imam Suyuthi, Jami’ul Ahadits, t.t. juz 23, h. 176)

Namun hadist dhaif yang menerangkan fadha’ilul a’mal (keutamaan amal ibadah) seperti keutamaan bulan puasa di atas, diperbolehkan oleh para ulama untuk disampaikan ke publik dan diamalkan, selagi tidak berkaitan tentang akidah seperti menjelaskan keesaan Allah atau tentang hukum syariat seperti hukum shalat, puasa, dan lain sebagainya.

Ramadhan sebagai bulan rahmat
Menerima rahmat atau kasih sayang dari Allah swt adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh seluruh umat muslim. Karena peran rahmat Allah sangat penting bagi seorang hamba di akhirat nanti.

Bisa saja seorang hamba yang taat, rajin ibadah, dan menjauhi larangan-Nya, tidak mendapat rahmat dari Allah dan semua ibadahnya sia-sia dan tidak diterima oleh Allahswt. Naudzubillah.

Ramadhan sebagai bulan ampunan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan. Di bulan ini Allah swt membuka pintu maaf yang lebar bagi hamba-Nya. Maka dari itu terdapat salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca saat bulan mulai ini.

Berikut bacaan doanya:

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Artinya, ”Wahai Allah Sesungguhnya Engkau maha pengampun serta suka mengampuni, maka ampunilah aku.”

Baca Juga: Materi Kultum: Istiqomah Beribadah di Bulan Ramadhan

Doa tersebut diperintahkan untuk dibaca saat tanggal-tanggal penting seperti malam Lailatul Qadar (setiap tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan). Tetapi, karena malam Lailatul Qadar tidak diketahui kapan waktu pastinya, maka kita bisa membaca doa tersebut sepanjang bulan puasa. (Abu Ishaq as-Syairazi, at-Tanbih fi Fiqhisy Safi’i, t.t: juz I, h. 67)

Ramadhan sebagai bulan meraih surga
Pada bulan mulia ini, Allah juga membuka pintu-pintu surga dan menutup rapat semua pintu neraka. Sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits berikut:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ

Artinya, “Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu.” (HR Muslim)
Dengan adanya hadits tersebut, Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam menerangkan jika dibukanya pintu surga merupakan imbauan pada umat Islam agar banyak mengamalkan amal baik di bulan suci Ramadhan. Sementara dibelengguhnya setan merupajan simbol untuk mencegah diri dari perbuatan maksiat. (Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam, Maqashidush Shaum, 1922: 12)

Maka dari itu kita harus manfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak amalan baik agar dapat menggapai rahmat, ampunan, serta surga-Nya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi